Kompas.com - 21/07/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi daging giling Ilustrasi daging giling

KOMPAS.com - Daging sapi giling biasanya digunakan untuk membuat burger, bakso, dan sosis.

Selain itu, terkadang juga menjadi campuran pada taco, lasagna, dan pai.

Namun, karena menggiling daging membuat lebih banyak permukaannya terpapar udara, organisme pembusuk memiliki lebih banyak ruang untuk menempel padanya.

Hal ini menyebabkan daging giling akan lebih cepat rusak daripada daging potongan steak atau potongan besar lainnya.

Baca juga: Kebanyakan Makan Daging, Berikut 6 Buah untuk Mengatasi Sembelit

Bakteri pembusuk dan patogen dapat mempengaruhi daging giling.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bakteri pembusuk umumnya tidak berbahaya, tetapi menyebabkan makanan kehilangan kualitas dan menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak.

Di sisi lain, bakteri patogen berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan makanan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah daging giling layak konsumsi atau tidak, seperti dilansir dari Healthline.

1. Periksa warnanya

Daging sapi giling dapat berubah warna karena beberapa faktor, termasuk suhu, cahaya, pertumbuhan mikroba, dan paparan oksigen.

Daging sapi giling mentah segar harus berwarna merah karena kadar oksihemoglobin yakni pigmen yang terbentuk ketika protein yang disebut mioglobin bereaksi dengan oksigen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X