Kompas.com - 30/07/2021, 15:02 WIB
  • kesulitan mempercayai orang lain
  • sulit menjalani hubungan
  • terlalu curiga pada orang lain
  • menganggap dunia sebagai tempat ancaman terus-menerus
  • perasaan penganiayaan yang terus-menerus
  • selalu bersikap defensif
  • agresif atau argumentatif
  • tidak mampu menghadapi kritik dengan baik
  • ofensif
  • tidak berkompromi
  • kesulitan memaafkan orang lain
  • merasa orang lain sering berbicara buruk tentang mereka
  • kepercayaan pada teori konspirasi yang tidak berdasar

Penyebab

Para ilmuwan masih tidak yakin penyebab pasti paranoia dan penelitian masih terus dilakukan.

Bukti menunjukkan bahwa kombinasi dari berbagai faktor kemungkinan berperan.
Penyebab potensial mungkin termasuk faktor berikut.

  • Genetika: Memiliki Gen tertentu dapat mempengaruhi seberapa besar kemungkinan seseorang untuk mengembangkan paranoia. Misalnya,artikel tahun 2018 menyoroti variasi genetik, yang dikenal sebagai SNP rs850807, yang sangat terkait dengan paranoia.
  • Kimia otak: Neurotransmitter adalah pembawa pesan kimia yang memainkan peran kunci dalam fungsi otak dan mempengaruhi pikiran dan perasaan.
  • Trauma: Trauma masa lalu dapat mengubah pikiran dan perasaan seseorang. Misalnya, sebuah studi tahun 2017 mencatat bahwa trauma masa kanak-kanak secara signifikan terkait dengan keyakinan paranoid dan studi tahun 2019 menunjukkan bahwa hal itu dapat meningkatkan risiko psikosis .
  • Stres: Bukti menunjukkan bahwa paranoia mungkin lebih sering terjadi pada orang yang pernah mengalami stres parah atau berkelanjutan. Misalnya, sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa stres dapat menyebabkan paranoia dan strategi manajemen stres dapat membantu menguranginya.

Baca juga: Dampak Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental

Penanganan

Jika pikiran paranoid menyebabkan penderitaan atau merupakan gejala dari kondisi kesehatan mental, perawatan berikut mungkin bermanfaat:

  • Terapi bicara: Jenis terapi ini dapat membantu seseorang untuk memahami pengalaman mereka dan mengembangkan strategi koping untuk mengelola pikiran paranoid.
  • Terapi seni dan kreatif: Ini mendorong orang untuk menyalurkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka. Ini mungkin bermanfaat jika orang mengalami kesulitan berbicara tentang pengalaman mereka.
  • Obat-obatan: Jika seseorang menerima diagnosis kondisi seperti skizofrenia, dokter mungkin menyarankan obat antipsikotik. Ini dapat membantu mengurangi pikiran paranoid dan memungkinkan seseorang untuk berpikir jernih dan logis. Obat antipsikotik juga dapat membantu orang yang tidak menderita skizofrenia tetapi mengalami pikiran paranoid yang menyusahkan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.