KOMPAS.com - Bagi wanita, munculnya strech mark tentu bisa membuat rasa percaya diri memudar. Strech mark terkadang membuat para wanita klahwatir, apalagi jika muncul di bagian payudara.
Menurut ahli dermatologi Asfa Akhtar, stretch mark pada payudara Anda adalah respons fisiologis normal terhadap peregangan kulit pada kebanyakan orang.
Stretch mark yang baru muncul biasanya terlihat seperti garis melengkung atau garis-garis yang berwarna merah muda, merah atau ungu.
Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy
Stretch mark yang muncul lebih lama tampak berwarna lebih terang dan memudar seiring waktu tetapi mungkin tidak akan pernah hilang sepenuhnya.
Stretch mark pada payudara terjadi karena berbagai faktor. Namun, stretch mark dapat berkembang ketika ada perubahan pada jaringan ikat di kulit.
“Dermis terletak di bawah epidermis, yang merupakan lapisan atas kulit Anda. Dermis memiliki kerangka jaringan ikat yang mencakup kolagen, elastin, dan fibrillin. Stretch mark dapat berkembang ketika ada perubahan pada jaringan ikat itu," ungkap Akhtar.
Baca juga: Ditinggal Suami di Masjid Ciawi, Ibu dan Bayi 4 Bulan Dievakuasi Polisi
Perubahan jaringan ikat ini bisa terjadi karena berbagai hal berikut:
1. Perubahan hormonal
Perubahan kulit selama masa pubertas adalah alasan paling umum terjadinya stretch mark pada payudara.
“Strech mark terjadi ketika kulit Anda meregang dengan cepat saat payudara Anda berkembang. Kami juga melihat stretch mark payudara pada wanita hamil saat payudara mereka membesar," kata Akhtar.
2. Kondisi komorbid
Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya
Komorbiditas adalah dua atau lebih kondisi medis yang terjadi bersama-sama atau tepat setelah satu sama lain.
“Beberapa orang yang mengalami stretch mark di payudara juga memiliki kondisi lain, seperti obesitas atau sindrom Cushing (gangguan yang disebabkan oleh terlalu banyak hormon stres kortisol),” kata Akhtar.
3. Efek obat-obatan
Stretch mark pada payudara bisa terjadi karena efek konsumsi obat yang dapat memicu peregangan pada kulit. Obat-obatan ini termasuk penggunaan kortikosteroid sistemik jangka panjang.
Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar, Dedi Mulyadi: Ada yang Nunggak 18 Tahun, Mau Kapan Bayarnya?