Kompas.com - 22/08/2021, 13:32 WIB
Ilustrasi telur rebus tanpa kulit Dok. Unsplash/Seriously Low CarbIlustrasi telur rebus tanpa kulit

KOMPAS.com - Alergi telur adalah salah satu bentuk alergi makanan yang paling umum terjadi pada anak-anak.

Melansir Very Well Health, alergi telur menempati urutan kedua kasus alergi makanan terbanyak pada anak-anak, setelah alergi susu dan memengaruhi hampir 2 persen populasi.

Biasanya, alergi telur didiagnosis sebelum usia dua tahun.

Baca juga: 11 Kandungan Gizi dalam Telur Ayam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Alergi telur disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi protein telur sebagai zat yang membahayakan tubuh.

Akibatnya, tubuh memberikan reaksi berupa pelepasan bahan kimia seperti histamin ke dalam darah dan menimbulkan gejala alergi.

Pada anak-anak, alergi yang sering ditemui adalah alergi putih telur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan pada orang dewasa, kuning telur dilaporkan lebih sering menyebabkan alergi.

Sementara, pada bayi yang menyusui, alergi telur bisa terjadi setelah mengonsumsi air susu ibu (ASI) dari ibu yang baru mengonsumsi telur. 

Alergi telur lebih mungkin terjadi pada anak-anak dan bayi karena dipicu juga oleh kondisi saluran pencernaan mereka yang belum sempurna.

Gejala alergi telur

Melansir Health Line, gejala alergi telur mirip dengan jenis alergi lain dan mungkin termasuk satu atau lebih hal berikut:

  1. Reaksi kulit, seperti eksim, hives (bintik merah), atau bengkak
  2. Sakit perut, mual, diare, atau muntah
  3. Mengi atau kesulitan bernapas
  4. Hidung tersumbat atau meler
  5. Detak jantung cepat

Dalam kasus yang sangat jarang, syok anafilaksis dapat terjadi. Ini adalah keadaan darurat medis.

Siapa pun yang mengalami syok anafilaksis perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Baca juga: 10 Bakteri yang Bisa Kontaminasi Kulit Telur dan Cara Mengatasinya

Diagnosis alergi telur

Diagnosis alergi telur bisa jadi menantang. Jika efeknya dimulai dalam waktu singkat setelah makan telur atau jenis makanan lain, itu bisa menjadi petunjuk memang benar adanya alergi makanan.

Namun, karena telur ditemukan dalam begitu banyak makanan, Anda mungkin tidak segera menyadari bahwa gejala yang muncul terkait dengan konsumsi telur.

Pastikan untuk mendiskusikan masalahnya dengan dokter, bahkan jika Anda menemukan menghindari telur atau produk yang mengandung telur bisa mengurangi atau menghilangkan gejala Anda.

Mungkin penting bagi Anda untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda atau anak Anda memiliki alergi telur karena protein telur bisa jadi terkandung juga dalam produk medis seperti vaksin.

Para ahli memperkirakan bahwa antara 50-80 persen anak-anak dengan alergi telur akan sembuh pada usia 10,3 tahun. Pada usia remaja, sebagian besar dari mereka dapat mengatasi alergi telur yang dialami.

Baca juga: 5 Gejala Alergi Makanan yang Perlu Diwaspadai

Hampir semua reaksi alergi akibat telur terjadi pada anak dengan eksim infantil (eksim yang menyerang balita).

Alergi telur biasanya muncul pada usia yang sangat dini, dengan reaksi paling parah terjadi antara 6 dan 15 bulan.

Gejala khas alergi telur pada anak sendiri adalah:

  • Reaksi kontak kulit
  • Kemerahan pada wajah
  • Gatal-gatal di sekitar mulut

Sementara itu, alergi telur memang dilaporkan sangat jarang terjadi pada orang dewasa.

Gejala klinis alergi telur pada orang dewasa hampir selalu dimulai pada masa kanak-kanak atau dewasa muda. Tetapi ada juga kasus alergi telur dimulai pada usia dewasa yang terdokumentasi.

Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi peka terhadap telur dan bereaksi terhadapnya.

Jika dikonsumsi, protein dalam telur diidentifikasi sebagai musuh dan tubuh mengaktifkan sistem kekebalan, menyebabkan reaksi alergi.

Baca juga: Direbus atau Digoreng, Mana Cara Masak Telur yang Lebih Sehat?

Gejala dapat berkisar dari mual ringan atau eksim yang melebar, hingga reaksi anafilaksis.

Gejala alergi telur pada orang dewasa mungkin termasuk:

  • Pembengkakan bibir atau kelopak mata
  • Mata gatal atau berair
  • Telinga atau tenggorokan gatal
  • Sesak napas
  • Mengi atau batuk

Cari bantuan dokter segera jika gejala alergi telur ini terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Babi
Flu Babi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.