Kompas.com - 25/08/2021, 07:30 WIB
Ilustrasi obesitas freepikIlustrasi obesitas

KOMPAS.com – Gagal jantung adalah istilah untuk menggambarkan kondisi ketika jantung tidak lagi mampu memompa suplai darah yang cukup ke tubuh.

Tanpa aliran darah yang memadai tersebut, semua fungsi utama tubuh dapat terganggu.

Dilansir dari Health Line, gagal jantung bisa memengaruhi sisi kanan atau kiri jantung penderita, atau bahkan keduanya secara bersamaan.

Baca juga: 5 Faktor Risiko Serangan Jantung yang Jarang Diketahui

Gagal jantung bisa menjadi kondisi akut (jangka pendek) atau kronis (berkelanjutan).

Pada gagal jantung akut, gejalanya muncul tiba-tiba tetapi hilang juga dengan cukup cepat. Kondisi ini sering terjadi setelah serangan jantung.

Gagal jantung akut mungkin juga akibat dari masalah pada katup jantung yang mengontrol aliran darah di jantung.

Sedangkan, pada gagal jantung kronis, gejalanya terus berlanjut dan tidak membaik seiring waktu.

Dari dua jenis gagal jantung tersebut, kasus gagal jantung kronis dilaporkan lebih banyak terjadi ketimbang gagal jantung akut.

Gagal jantung merupakan kondisi medis serius yang memerlukan penanganan sesegera mungkin oleh dokter.

Perawatan dini diperlukan untuk meningkatkan peluang pemulihan jangka panjang dengan komplikasi yang lebih sedikit.

Jadi, jangan ragu untuk dapat menghubungi dokter jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala gagal jantung.

Baca juga: 7 Gejala Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Dilansir dari American Heart Association, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa mengarah pada gejala gagal jantung untuk diwaspadai:

  • Sesak napas atau dyspnea
  • Batuk atau mengi terus-menerus
  • Penumpukan cairan berlebih di jaringan tubuh (edema), terutama di kaki, pergelangan kaki, tungkai, dan perut
  • Kelelahan terus-menerus
  • Kurang nafsu makan dan mual
  • Kebingungan atau gangguan berpikir
  • Denyut nadi tidak teratur

Faktor gaya hidup penyebab gagal jantung

Ada berbagai potensi penyebab gagal jantung yang semuanya memiliki benang merah sama, yakni melemahkan jantung.

Melansir WebMD, gagal jantung bisa disebabkan oleh masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, penyakit arteri koroner (kerusakan pada bagian dalam pembuluh darah jantung), dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Baca juga: 11 Penyebab Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gagal jantung dapat pula disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti diabetes, sleep apnea, dan termasuk stes berat (kardiomiopati stres).

Kondisi genetik, seperti kardiomiopati hipertrofik juga termasuk penyebab yang cukup umum untuk gagal jantung.

Di samping itu, ada beberapa faktor gaya hidup yang disinyalir dapat berkontribusi pada beberapa kondisi jantung yang mendahului dan menyebabkan gagal jantung.

Berikut ini adalah faktor gaya hidup penyebab gagal jantung yang penting diwaspadai:

1. Obesitas

Dilansir dari Very Well Health, orang dewasa dan dewasa muda yang mengalami obesitas atau kegemukan berada pada peningkatan risiko terkena gagal jantung.

Ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa jantung harus bekerja lebih keras untuk memasok tubuh dengan darah yang cukup ketika Anda kelebihan berat badan.

Obesitas juga merupakan faktor risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit arteri koroner yang semuanya dapat menyebabkan gagal jantung.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami obesitas, Anda dianjurkan untuk dapat menurunkan berat badan badan.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

2. Merokok dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Secara umum, diketahui bahwa merokok adalah salah satu faktor risiko infark miokard atau serangan jantung.

Ini karena kebiasaan merokok atau menghisap asap rokok dapat berkontribusi terhadap penyakit arteri koroner.

Obat-obatan, seperti metamfetamin juga telah dikaitkan dengan gagal jantung.

Untuk hidup lebih sehat, termasuk mencegah gagal jantung, Anda pun disarankan dapat menghindari rokok dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

3. Gaya hidup menetap

Tidak aktif dalam waktu lama, yang biasanya digambarkan sebagai duduk untuk waktu yang lama secara teratur, telah terbukti dapat meningkatkan kemungkinan gagal jantung.

Di sisi lain, bergerak lebih banyak sepanjang hari dan berolahraga secara teratur telah dikaitkan dengan insiden gagal jantung yang lebih rendah. Ini didefinisikan sebagai empat hingga lima sesi olahraga per minggu.

4. Tak pernah memperhatikan kebugaran jantung dan pernapasan

Kebugaran jantung dan pernapasan digambarkan sebagai kemampuan jantung dan paru-paru untuk berfungsi secara efisien.

Anda dapat mengembangkan kebugaran jantung dengan secara teratur mengambil bagian dalam aktivitas yang meningkatkan detak jantung, yang memperkuat otot jantung dari waktu ke waktu, sehingga memungkinkan organ vital ini untuk memompa dengan kekuatan yang lebih besar.

Sementara itu, Anda dapat meningkatkan kebugaran pernapasan dengan secara teratur mengambil bagian dalam aktivitas yang menyebabkan Anda bernapas lebih cepat, yang melatih paru-paru untuk mengambil oksigen ke tubuh lebih efisien.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Kapasitas Paru-paru untuk Menunjang Kesehatan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gagal Ginjal
Gagal Ginjal
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.