Kompas.com - 31/08/2021, 23:01 WIB
Ilustrasi kanker serviks. Ilustrasi kanker serviks.

KOMPAS.com - Kanker serviks adalah salah satu penyakit berbahaya yang menyerang leher rahim atau bagian dari organ reproduksi wanita.

Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), leher rahim adalah organ penghubung antara vagina dan rahim atau tempat janin tumbuh ketika wanita hamil.

Setiap wanita bisa terkena kanker serviks. Namun, penyakit ini paling sering menyerang wanita di atas usia 30 tahun.

Baca juga: 7 Penyakit yang Mengintai Sistem Reproduksi Wanita

Penyebab kanker serviks utamanya berasal dari infeksi human papilloma virus (HPV) yang biasanya menular lewat hubungan seks.

Berikut beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan para wanita untuk menurunkan risiko penyakit ini.

1. Vaksin kanker serviks

Anda bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan suntik vaksin HPV (human papilloma virus).

Manfaat vaksin HPV dapat mencegah segala jenis penyakit yang disebabkan oleh HPV, termasuk kutil kelamin dan kanker serviks.

Virus ini dapat menyerang pria dan wanita, terutama pada vagina, penis, leher rahim, bibir vagina, mulut, dan saluran napas bagian atas.

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat dua jenis vaksin HPV di Indonesia, yakni bivalen dan tetravalen.

Vaksin HPV bivalen menyasar jenis HPV 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks. Sedangkan vaksin HPV tetravalen menyasar jenis HPV 6, 11, 16, dan 18 berguna untuk mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Pemberian vaksin HPV di Indonesia diarahkan untuk remaja perempuan mulai usia 10 tahun ke atas.

Vaksinasi HPV diberikan dua dosis untuk anak usia 10-13 tahun, dan tiga dosis untuk anak usia 16-18 tahun.

Jadwal pemberian vaksin HPV selang sebulan sejak kali pertama penyuntikan, dan jaraknya paling lama enam bulan selang penyuntikan pertama.

Apabila jadwal pemberian vaksin terlewat karena sakit atau hal lain, suntik vaksin HPV tidak perlu diulang. Cukup kejar suntik vaksin agar dosisnya lengkap.

Baca juga: 9 Gejala Kanker Serviks, Wanita Perlu Tahu

2. Cek leher rahim secara berkala

Melansir NHS, skrining atau pemeriksaan leher rahim dapat mendeteksi perubahan abnormal pada serviks sejak dini.

Wanita berusia 25-49 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan leher rahim setiap tiga tahun sekali.

Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun perlu memeriksakan kondisi leher rahimnya setiap lima tahun sekali.

Skrining leher rahim ini penting, termasuk untuk wanita yang sudah pernah disuntik vaksin HPV.

Pasalnya, ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena kanker leher rahim. Terutama jika wanita termasuk kelompok berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Wanita yang berasal dari penderita kanker serviks dan punya gaya hidup tidak sehat berisiko terserang penyakit ini.

Baca juga: 8 Penyebab Kanker Serviks, dari Infeksi HPV sampai Hamil Terlalu Dini

3. Setop merokok

Cara mencegah kanker serviks dan penyakit berbahaya yang penting dilakukan wanita yakni setop merokok.

Rokok dapat menghambat kemampuan tubuh ketika menghadapi infeksi HPV. Kondisi ini apabila dibiarkan berkepanjangan bisa berkembang menjadi kanker.

Jika Anda saat ini kesulitan berhenti merokok, coba minta bantuan dari klinik berhenti merokok di sejumlah puskesmas, rumah sakit, atau layanan kesehatan terpercaya lainnya.

Baca juga: Kenali Berbagai Penyebab Kista di Rahim

4. Seks aman

Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi HPV yang ditularkan lewat hubungan seks.

Untuk menurunkan risiko penyakit ini, wanita bisa melakukan seks yang lebih aman. Melansir Cancer.net, berikut beberapa caranya:

  • Hindari pernikahan dini, jangan berhubungan seks ketika usia belum menginjak 18 tahun, dan tunda kehamilan ketika usia belum genap 20 tahun
  • Jangan gonta-ganti pasangan seks karena rentan jadi pintu penularan infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya
  • Lakukan seks aman dengan perlindungan kondom
  • Hindari hubungan seks dengan orang yang punya banyak pasangan seks
  • Jangan berhubungan seks dengan orang yang terkena penyakit kutil kelamin

Cara mencegah kanker serviks tidak bisa tunggal, atau hanya mengandalkan satu poin di atas. Anda perlu menjalankan semuanya agar risiko terkena penyakit ini bisa benar-benar diminimalkan.

Baca juga: Berapa Lama Sperma Mampu Bertahan di Dalam Rahim?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.