Kompas.com - 08/09/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi hamil. UNSPLASH/ANASTASIIA CHEPINSKAIlustrasi hamil.

KOMPAS.com - Selama mengandung buah hatinya, wanita biasanya mengalami keputihan saat hamil.

Keluarnya cairan dari vagina ini bisa berubah-ubah sepanjang kehamilan, perubahannya bisa dari sisi kekentalan sampai banyak sedikitnya keputihan.

Melansir Healthline, keputihan saat hamil disebut normal apabila encer, warnanya bening atau seperti putih susu, dan baunya tidak menyengat.

Baca juga: Kenapa Perut Ibu Hamil Terasa Kencang?

Kondisi ini terjadi sejak awal kehamilan, atau selang satu sampai dua minggu setelah terjadinya pembuahan.

Setelah itu, ibu hamil biasanya mengalami keputihan lebih banyak mendekati persalinan.

Biasanya, keputihan saat hamil mendekati jadwal melahirkan berupa lendir kental dengan sedikit garis-garis darah tanda awal persalinan.

Berikut penjelasan lebih lanjut penyebab keputihan saat hamil, cara mengatasi, dan kapan perlu waspada.

Penyebab keputihan saat hamil

Melansir What to Expect, penyebab keputihan saat hamil sangat alamiah. Ibu hamil menghasilkan hormon estrogen lebih banyak, sehingga aliran darah ke panggul jadi lebih deras.

Peningkatkan aliran darah ke panggul ini merangsang selaput lendir untuk memproduksi cairan. Efeknya, ibu hamil jadi sering keputihan.

Keputihan saat hamil yang terjadi secara alami ini memiliki tujuan penting untuk menghilangkan sel mati dari vagina, melindungi jalan lahir dari infeksi, dan menjaga keseimbangan bakteri sehat di vagina.

Baca juga: Apa Penyebab Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil?

Cara mengatasi keputihan saat hamil

Keputihan saat hamil yang normal umumnya tidak perlu diatasi karena menjadi bagian dari proses alami kehamilan.

Namun, ibu hamil bisa menjalankan beberapa cara mengatasi keputihan saat hamil berikut agar lebih nyaman, antara lain:

  • Mandi secara teratur setiap hari
  • Gunakan celana dalam dengan lapisan dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan lembap, tujuannya untuk mencegah infeksi vagina
  • Kenakan panty liner tanpa parfum apabila keputihan sangat banyak. Upayakan untuk mengganti pembalut ini paling lama empat jam sekali agar tidak ada bakteri tumbuh
  • Cukup basuh atau bersihkan vagina dengan air mengalir. Tak perlu menggunakan tisu basah khusus kewanitaan karena bisa memengaruhi kadar keasaman vagina

Baca juga: Apa Penyebab Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil?

Kapan perlu wapada?

Jika keputihan saat hamil terasa mengganggu, ibu hamil jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Terutama jika keputihan berwarna kuning, kehijauan, atau keabuan. Atau keputihan baunya tak sedap, disertai gatal, dan sakit saat kencing. Kondisi tersebut bisa jadi tanda infeksi vagina.

Keputuhan tidak normal saat hamil juga bisa jadi tanda penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis.

Selain itu, pastikan Anda segera berkonsultasi ke dokter jika mendapati keputihan berwarna cokelat saat hamil karena bisa jadi tanda pendarahan.

Keputihan saat hamil yang terkait penyakit perlu diobati sampai tuntas untuk mencegah komplikasi kehamilan dan berdampak pada janin.

 

Perawatan medis yang tepat dapat melindungi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Hindari minum obat tanpa pengawasan dokter.

Baca juga: 6 Cara Menaikkan Hb (Hemoglobin) pada Ibu Hamil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.