Kompas.com - 07/10/2021, 06:01 WIB

Gejala neuropati perifer yang umum di antaranya sering kesemutan, terutama saat bangun tidur di pagi hari, bagian tuuh yang terdampak terasa sakit, dan kuping mendengung.

Baca juga: 6 Penyebab Tenggorokan Kering saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

  • Diabetes mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang menyebabkan gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak efektif merespons insulin.

Salah satu gejala diabetes yang perlu diwaspadai yakni kesemutan terutama di pagi hari, bagian tubuh sering sakit, mati rasa, dan lemas.

  • Kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 berguna untuk menunjang fungsi otak dan sistem saraf pusat. Kekurangan vitamin B12 bisa disebabkan masalah kesehatan seperti gastritis dan penyakit autoimun.

Gejala kekurangan vitamin B12 antara lain sering kesemutan, termasuk di pagi hari, otot lemas, dan nafsu makan menurun.

  • Penyakit sistemik

Penyakit sistemik contohnya gangguan ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah, penyakit darah, hipotiroid, kanker dan tumor yang menyerang saraf.

Salah satu gejala penyakit sistemik yakni sering kesemutan, termasuk di pagi hari.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Mata Sembab setelah Bangun Tidur

  • Infeksi

Infeksi virus dan bakteri seperti lyme, cytomegalovirus, epstein-barr, herpes, dan HIV/AIDS dapat ditandai dengan kesemutan dan mati rasa di beberapa bagian tubuh.

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun seperti sindrom guillain-barre, lupus, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis sering menimbulkan gejala umum kesemutan, termasuk di pagi hari.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Punggung Terasa Nyeri saat Bangun Tidur

Cara mengetahui penyebab kesemutan saat bangun tidur tanda penyakit apa

Jika Anda kerap merasakan kesemutan saat bangun tidur, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan beberapa tes, seperti:

  • Tes darah
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal otak dan tulang belakang
  • Tes aktivitas kelistrikan otot
  • Pemeriksaan konduksi saraf
  • CT scan, MRI, atau biopsi saraf

Dengan mengetahui penyebab pasti kesemutan saat bangun tidur, dokter bisa menyarankan pengobatan yang tepat sehingga masalah bisa dikendalikan.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Bangun Tidur Badan Pegal dan Kaku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.