Kompas.com - 11/10/2021, 07:02 WIB

Dilansir dari Medical News Today, orang-orang sering dapat mengelola depresi dan kecemasan melalui kombinasi pengobatan dan terapi bicara.

Perubahan gaya hidup dan teknik manajemen stres juga dapat membantu.

Ini mungkin termasuk:

  • Olahraga rutin
  • Yoga, perhatian, atau meditasi
  • Makan makanan yang sehat dan seimbang
  • Tidur yang cukup
  • Membuat catatan harian
  • Mencari dukungan emosional dari keluarga dan teman

2. Cara mengatasi nyeri dada karena kondisi fisik

Keluhan dada terasa berat atau nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi fisik cenderung memiliki cara pengobatan yang berbeda.

Baca juga: 21 Penyebab Dada Sesak, Bukan Hanya Gejala Covid-19

Berikut beberapa kemungkinan pilihannya:

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

  • Ketegangan otot: Obat pereda nyeri, istirahat, dan kompres dapat menyembuhkan ketegangan dari waktu ke waktu
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD): Perubahan gaya hidup dan pola makan seringkali dapat mencegah gejala
  • Perikarditis (peradangan di perikardium): Seorang dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengurangi peradangan
  • Angina: Pengobatan dan perubahan gaya hidup seringkali dapat mengurangi gejala. Terkadang operasi juga diperlukan
  • Serangan jantung: Ini memerlukan perawatan darurat, yang mungkin termasuk pengobatan dan pembedahan
  • Pneumonia: Istirahat dan obat-obatan dapat membantu mengobati infeksi. Seseorang mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit jika gejalanya parah
  • Paru-paru yang kolaps: Perawatan berfokus pada pelepasan udara yang terperangkap
  • Emboli paru: Seseorang mungkin menerima obat pengencer darah, oksigen, dan pereda nyeri di rumah sakit
  • Costochondritis atau kostokondritis (peradangan di tulang rawan yang menghubungkan tulang dada dengan tulang rusuk): Obat pereda nyeri, kompres, dan cukup istirahat diyakini dapat meredakan gejala
  • Batu empedu: Serangan kandung empedu mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit
  • Diseksi aorta (robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta): Kondisi ini memerlukan operasi darurat

Baca juga: Nyeri Dada yang Bukan Gejala Serangan Jantung

Kapan harus ke dokter saat mengalami dada terasa berat?

Orang-orang yang mengalami kecemasan atau depresi mungkin mengenali dada terasa berat sebagai salah satu gejala dari kondisi mereka.

Dalam hal ini, penderita masalah psikologis biasanya tidak perlu pergi ke dokter setiap kali gejala muncul.

Namun, karena rasa berat dan nyeri di dada memiliki banyak penyebab, yang terbaik adalah menemui dokter saat gejala baru muncul untuk pertama kalinya.

Sementara itu, siapa pun yang mengalami nyeri dada parah yang tiba-tiba, tidak dapat dijelaskan, harus menghubungi layanan darurat.

Baca juga: 13 Penyebab Nyeri Dada yang Datang dan Pergi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.