Kompas.com - 11/10/2021, 21:05 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri. FREEPIKIlustrasi isolasi mandiri.

KOMPAS.com – Banyak orang mungkin masih tidak menyangka pandemi Covid-19 bakal terjadi lebih dari dua tahun sampai sekarang ini.

Pandemi bahkan belum juga dinyatakan berakhir meski jumlah kasus Covid-19 dilaporkan telah mengalami penurunan.

Ketidakpastian akan berakhirnya pandemi ini pun pada akhirnya bisa membuat lebih banyak orang merasakan kelelahan.

Baca juga: 11 Tata Cara Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah bagi Pasien Covid-19

Orang-orang kemudian memilih bersikap pasrah atau masa bodoh dengan anjuran penerapan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penularan virus corona.

Ratih Ibrahim, MM., Psikolog Klinis menjelaskan seseorang yang mengalami kehilangan motivasi untuk mengikuti saran protokol kesehatan akibat pandemi berkepanjangan dapat dikatakan mengidap pandemic fatigue.

Dia menilai lumrah banyak orang merasakan pandemic fatigue ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orang dalam level fatigue biasanya sudah merasa sangat lelah dan tidak memiliki lagi solisi atau pemecahan yang bisa dilakukan.

Mereka kemudian bisa jadi tidak lagi peduli terhadap risiko yang terjadi di masa depan.

Misalnya, penderita pandemic fatigue tidak mau lagi menggunakan masker dan sering mencuci tangan saat keluar rumah, serta tidak peduli dengan saran physical distancing.

“Merasa lelah akibat pandemi adalah wajar karena ini barang baru, kita tidak biasa, kita harus menyesuaikan diri. Sementara, ini (pandemi) kok tidak selesai-selesai?,” jelas Ratih saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (11/10/2020).

Baca juga: 5 Manfaat Meditasi Pernapasan, Cocok untuk Usir Stres Dikala Pandemi

Dia menjelaskan beberapa ciri atau gejala lain yang bisa ditunjukkan seseorang saat mengalami pandemic fatigue.

Ini mungkin termasuk:

  • Mulai sering uring-uringan
  • Lebih gampang tersinggung
  • Stres terhadap pekerjaan
  • Terus-terusan bete (jenuh)
  • Banyak tidur tapi badan terasa tetap lelah setelah bangun

Cara mengatasi pandemic fatigue

Ratih mengajak masyarakat untuk tidak boleh begitu saja menyerah saat mengalami pandemic fatigue.

Setidaknya berikut ini adalah beberapa saran yang bisa dilakukan masyarakat saat dihampiri pandemic fatigue:

1. Betuk pola pikir yang positif

Ratih menyampaikan, pengaturan pola pikir memiliki pengaruh besar dalam manajemen stres, termasuk di tengah pandemi.

Baca juga: 8 Makanan untuk Meningkatkan Hormon Serotonin, Bikin Mood Lebih baik

Menurut dia, masyarakat perlu menyadari bahwa pada suatu waktu diri mereka mungkin saja tak bisa berbuat banyak untuk mengubah sesuatu yang dihadapi.

Dalam kasus seperti ini, Ratih menyarankan masyarakat untuk dapat mengatur reaksi diri.

“Jadi, kalau reaksi kita pesimis, jadilah pandemi terasa semakin susah untuk dihadapi. Kalau reaksi kita pandemi ini bikin cemas, jadilah itu cemas,” jelas CEO & Founder Personal Growth itu.

Ratih mengingatkan masyarakat bahwa manusia telah diberikan akal budi oleh Tuhan. Artinya, sesulit apa pun masalah yang dihadapi, manusia telah diberi kemampuan untuk bisa beradaptasi.

“Memang ada orang yang adaptasinya cepat dan ada yang lebih lama. Tapi kan itu adaptasi juga. Kita kan bisa melihat, apa pun (masalahnya) pasti ada pola yang bisa dipelajari,” ucap psikolog yang juga menjabat sebagai salah satu Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu.

Menurut Ratih, pandemi Covid-19 juga memiliki pola yang bisa dipelajari untuk menjadi dasar dalam melakukan adaptasi.

“Mungkin bukan virusnya. Virusnya akan menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Artinya, kita mesti berdamai juga dengan situasi itu. Yang bisa kita lakukan ya terus memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak,” kata dia.

Baca juga: Berapa Tinggi Demam yang Jadi Gejala Virus Corona? Ini Kata Dokter

Ratih mengajak masyarakat untuk dapat menerima persoalan yang terjadi di tengah pandemi.

Menurut dia, tidak akan menyelesaikan masalah jika pandemi terus-terusan disikapi dengan emosi atau pikiran sempit.

Ratih menyampaikan dalam menghadapi pandemic fatigue, ada tiga prinsip yang bisa dipegang masyarakat.

Pertama, sadar diri, yakni memahami sejauh mana bisa mengenal diri sendiri. Kedua, fokus pada yang dimiliki, bukan pada apa yang tidak dimiliki. Ketiga fokus pada apa yang bisa dilakukan.

“Ya sudah lebih baik situasi yang terjadi kini diterima atau dihadapi saja, ikhlas saja. Kalau diterimanya sambil marah, grundel, memangnya bisa jadi lebih bagus? Kan enggak juga. Lebih berat, iya,” beber Ratih.

Baca juga: Ini 11 Efek Buruk dari Suka Marah Selain Bikin Darah Tinggi

2. Seimbangkan waktu bekerja dan kehidupan pribadi

Sejak pandemi melanda, tatanan hidup masyarakat sangat mungkin berubah secara drastis.

Misalnya, dari yang tadinya harus bekerja di kantor, sebagian masyarakat selama pandemi harus berganti work from home (WFH) dan mengalami perubahan jadwal aktivitas yang sangat berbeda.

Agar tetap memiliki work-life balance, Ratih menyarankan masyarakat untuk bisa memiliki jadwal baru yang harus dipatuhi.

Hal ini penting agar adanya waktu bekerja yang efisien. Di sisi lain, ada waktu juga yang tersedia untuk keperluan personal di luar pekerjaan.

"Saat pandemi ini kan banyak yang WFH dan merasa capek. Solusinya ya dengan membuat jadwal yang harus dipatuhi," jelas dia.

3. Menjaga asupan nutrisi yang baik

Ratih menyampaikan sudah menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat untuk menjaga asupan nutrisi fisik di tengah pandemi. 

Hal ini penting untuk mendukung daya tahan tubuh agar tidak medah tertular virus corona maupun penyakit lainnya.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

"Di situasi pandemi ini, siapa saja sangat disarankan untuk dapat menjaga pola makannya dengan baik. Olahraga juga sebaiknya tetap dilakukan dengan menyesuikan kondisi yang terjadi," tutur dia.

Di samping menjaga asupan nutrisi fisik, masyarakat juga dinilai penting untuk dapat menjaga asupan nutrisi batin dengan baik.

Salah satu caranya bisa dilakukan dengan menghindari membaca atau menyebar berita-berita yang sumbernya tidak jelas.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.