Kompas.com - 08/11/2021, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Kecemasan atau anxiety adalah emosi yang ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan perubahan fisik seperti peningkatan tekanan darah.

Sebenarnya, hal yang wajar jika kita cemas karena momen atau peristiwa tertentu.

Namun, rasa cemas tersebut bisa menjadi hal yang menggangu ketika terjadi secara inrensif dan membuat kita tak mampu menjalani aktivita harian.

Karena itu, mengetahui perbedaan antara perasaan cemas yang normal dan gangguan kecemasan yang memerlukan perhatian medis dapat membantu seseorang mengidentifikasi dan mengobati kondisi tersebut.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Mual saat Perut Kosong

Seperti apa cemas yang membutuhkan bantuan medis?

Ketika seseorang menghadapi pemicu yang berpotensi membahayakan atau mengkhawatirkan, perasaan cemas akan muncul dan diperlukan untuk bertahan hidup.

Respon cemas tersebut timbul karena aliran adrenalin, hormon dan pembawa pesan kimiawi di otak.

Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan manusia untuk secara fisik menghadapi atau melarikan diri dari segala potensi ancaman terhadap keselamatan.

Perasaan gugup atau cemas sebelum peristiwa penting dalam hidup atau selama situasi sulit adalah reaksi alami dari tubuh.

Namun, cemas bisa menjadi pertanda adanya gangguan jika terjadi secara berlebihan dan disertai gejala fisik seperti eningkatan tekanan darah dan mual.

Gangguan kecemasan semacam ini bisa mengganggu fungsi sehari-hari. Kecemasan juga memerlukan pertolongan medis jika disertai gejala berikut:

  • kegelisahan
  • perasaan khawatir yang tak terkendali
  • peningkatan amarah
  • kesulitan konsentrasi
  • kesulitan tidur.

Orang yang memiliki gangguan kecemasan mengalami gejala tersebut secara persisten atau ekstrem. Hal tersebut juga bisa muncul tanpa pemicu yang jelas.

Namun untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan kecemasan atau tidak, sebaiknya konsultasikan diri ke profesional kesehatan mental.

Mengontrol gejala gangguan cemas

Ketika Anda mengalami gangguan kecemasan, Anda juga bisa mengontrol gejala dengan melakukan hal berikut:

1. Ambil waktu istirahat

Anda bisa mengambil waktu sejenak untuk istirahat atau relaksasi dengan berlatih yoga, mendengarkan musik, meditasi, atau pijat.

Beristirahat sejenak juga membantu menjernihkan pikiran Anda.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Mual saat Perut Kosong

 

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Untuk mengontrol gangguan cemas, jangan lewatkan waktu makan. Anda juga perlu menyiapkan camilan yang menyehatkan dan meningkatkan energi.

3. Batasi alkohol dan kafein

Alkohol dan kafein dapat memperburuk kecemasan dan memicu serangan panik.

4. Tidur yang cukup

Saat stres, tubuh Anda membutuhkan tidur dan istirahat tambahan.

5. Buat jurnal khusus

Cara ini penting untuk mengetahui apa yang memicu kecemasan Anda, apakah itu pekerjaan, keluarga, sekolah, atau hal lain yang dapat Anda identifikasi.

Tulis dalam jurnal saat Anda merasa stres atau cemas, dan perhatikan polanya.

6. Berbicara dengan seseorang

Beri tahu teman dan keluarga bahwa Anda merasa kewalahan. Jangan sungkan meminta bantuan orang lain. Bicaralah dengan dokter atau terapis untuk bantuan profesional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.