Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Memaksimalkan Penanganan Anak dengan ASD Melalui Structured Teaching

Kompas.com - 09/01/2022, 11:07 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Noni dan Naomi Soetikno

HASIL studi epidemiologis yang dilakukan selama 50 tahun terakhir oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan peningkatan prevalensi ASD (autism spectrum disorder) secara global.

Di Indonesia jumlah individu dengan ASD belum diketahui dengan jelas. Pemerintah Indonesia, melalui pemberitaan dari Kemenpppa (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), memperkirakan penyandang ASD di Indonesia 2,4 juta orang dengan pertambahan penyandang baru sekitar 500 orang per tahun (Kemen PPPA, 2020).

Manifestasi ASD terlihat dalam gangguan komunikasi dan interaksi sosial, ketidaknormalan atau penyimpangan dalam sensorik, perilaku berulang dan berbagai tingkatan dalam kemampuan intelektual (Lord et al., 2020).

Baca juga: Anak Penyandang Autisme Disiksa Orangtua, Kementerian PPPA Minta Pemda Beri Perhatian

ASD tidak hanya dianggap sebagai kondisi medis yang menimbulkan keterbatasan, tetapi juga sebagai contoh variasi dalam neurologis manusia (neurodiversity) yang menentukan identitas seseorang, dengan aset berupa kelebihan dan tantangan yang dimiliki dalam kemampuan kognitif (Lai et al., 2020).

Peningkatan jumlah individu dengan ASD dari waktu ke waktu menjadi daya tarik bagi ilmuwan. Dalam tiga dekade terakhir, intervensi pada individu dengan ASD terkait dengan masalah dalam pendidikan, perilaku, dan perkembangan sering menjadi topik pembahasan (Siu et al., 2019).

Pemberian intervensi sedini mungkin sangat disarankan. Turner-Brown et al. (2016) menyebutkan bahwa intervensi dini bagi anak dengan ASD akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki prognosis dalam jangka panjang.

Structured teaching

Salah satu pendekatan yang memiliki bukti efektivitas yang cukup mendukung dalam penanganan anak dengan ASD adalah structured teaching, TEACCH, yang dikembangkan oleh Schopler dan timnya di Universitas North Carolina.

Pendekatan itu menekankan pada kebutuhan dari tiap anak dan keluarga, kekuatan, dan ketertarikan dari anak dengan ASD yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, pendekatan itu bertujuan menciptakan kemandirian anak dengan memahami keunikan dari karakteristik anak.

Oleh karena itu diawal sebelum menggunakan pendekatan tersebut, penting bagi para orangtua maupun para praktisi untuk mengenali dan memahami kondisi masing-masing anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.