Kompas.com - 15/01/2022, 12:01 WIB
Ilustrasi olahraga untuk ibu hamil Shutterstock/Africa StudioIlustrasi olahraga untuk ibu hamil

KOMPAS.com - Beberapa pasangan khawatir aktivitas olahraga bakal berdampak pada kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

Tak pelak, kerap muncul pertanyaan apakah ibu hamil boleh berolahraga? Atau, apakah olahraga aman untuk ibu hamil?

Untuk mengurai kekhawatiran di atas, simak penjelasan berikut tips aman olahraga untuk ibu hamil di bawah ini.

Baca juga: Olahraga yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil

Apakah ibu hamil boleh olahraga?

Melansir NHS, ibu hamil sehat umumnya boleh olahraga. Bahkan, ibu hamil dianjurkan olahraga secara rutin untuk mencegah komplikasi kehamilan dan melancarkan persalinan.

Ibu hamil yang aktif dan bugar sepanjang kehamilan dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan kondisi tubuh dan penambahan berat badan saat mengandung buah hatinya.

Menurut Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil dianjurkan untuk olahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau minimal lima kali seminggu.

Namun, ibu hamil dengan kondisi dan masalah kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan yang menangani sebelum menjalankan rutinitas olahraga.

Dilansir dari What to Expect, ibu hamil dengan anemia, plasenta previa, gangguan serviks, ketuban pecah dini, punya riwayat keguguran sebaiknya tanya ke dokter terkait boleh tidaknya olahraga.

Baca juga: 7 Makanan yang Baik dan Sehat untuk Ibu Hamil

Manfaat olahraga untuk ibu hamil

Seperti disinggung di atas, manfaat olahraga untuk ibu hamil utamanya untuk membantu mencegah masalah kehamilan dan persalinan.

Melansir Healthline, berikut beberapa di antaranya:

  • Menurunkan risiko kelahiran prematur dan kelahiran sesar
  • Mencegah berat badan naik berlebihan
  • Mencegah diabetes dan hipertensi saat kehamilan
  • Menurunkan risiko preeklamsia dan bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Mengurangi nyeri punggung bawah saat perut sudah membesar
  • Mengurangi stres
  • Mengontrol depresi dan kecemasan
  • Membantu mempercepat pemulihan pasca-persalinan

Baca juga: 7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.