Kompas.com - 28/03/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Makan terlalu cepat mungkin menjadi kebiasaan kita yang tidak memiliki banyak waktu istirahat, sedang terlambat, atau terburu-buru untuk melakukan sesuatu yang lain.

Namun, tahukah kamu bahwa makan terlalu cepat bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan?

Tidak hanya memicu kegemukan, tetapi makan terlalu cepat dapat memicu masalah kesehatan serius.

Beberapa efek gangguan kesehatan tersebut sebagai berikut:

Baca juga: Bahaya Makan Sebelum Tidur

1. Gangguan pencernaan dan sakit perut

Mengutip Live Strong, gangguan pencernaan adalah akibat umum dari makan terlalu cepat, menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS.

Gejalanya bisa termasuk sensasi terbakar yang berat, seperti makan batu berapi-api.

Untungnya, ketidaknyamanan biasanya hilang begitu tubuh kita sudah mencerna semua makanan.

Namun jika gangguan pencernaan berlanjut, disarankan untuk memeriksakannya ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan.

2. Mudah menaikkan berat badan

Mengutip Live Strong, fakta membuktikan bahwa makan terlalu cepat secara teratur dapat meningkatkan risiko kegemukan.

Dalam International Journal of Obesity pada November 2015 merilis sebuah tinjauan dari 23 studi tentang topik makan tergesa-gesa dan dampaknya.

Hasilnya, ditemukan bahwa makan cepat secara positif terkait dengan BMI yang lebih tinggi dan kelebihan berat badan.

Menurut para ahli itu karena dibutuhkan sekitar 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa tubuh kita sudah cukup makan.

Makan terlalu cepat berisiko menumpuk kalori ekstra sebelum tubuh memiliki kesempatan untuk memberi sinyal bahwa ia sudah cukup kenyang.

Baca juga: Cara Mengatasi Stres dengan Makan Makanan Ini...

3. Memutus hubungan sinyal lapar dan kenyang

Mengutip Live Strong, makan terlalu cepat berisiko menghilangkan kontak sinyal rasa lapar dan kenyang alami

"Makan dengan cepat mengurangi keakuratan bagaimana otak kita menyimpan ingatan tentang apa yang telah kita konsumsi," kata Georgie Fear, ahli diet terdaftar dan salah satu pendiri Nutrition Loft.

"Jadi makan cepat saat makan siang dapat menyebabkan makan lebih banyak saat makan malam," imbuhnya.

4. Gastritis

Mengutip Clean Eating, makan cepat juga telah dikaitkan dengan gastritis erosif.

Gastritis erosif merupakan peradangan yang menggerogoti lapisan lambung, menyebabkan luka yang dangkal dan terkadang dalam.

Salah satu alasan adalah orang yang makan terlalu cepat karena makanan berada di perut lebih lama untuk dilumatkan, sehingga lapisan lambung terkena lebih banyak asam.

Baca juga: Ini Dia Penyebab Kamu Suka Mengantuk Setelah Makan

5. Sindrom metabolik

Mengutip Live Strong, makan terlalu cepat kemudian bisa membuat tubuh mengalami sindrom metabolik.

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang meningkatkan sekelompok risiko penyakit, seperti jantung, stroke, dan diabetes.

Studi pada Juli 2018 yang diterbitkan di BMC Public Health dan melibatkan hampir 8.000 orang menemukan bahwa makan terlalu cepat terkait dengan masalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Peningkatan lemak perut
  • Kolesterol tinggi
  • Gula darah tinggi.

Mengutip Clean Eating, makan terlalu cepat dapat menyebabkan diabetes karena kegemukan atau obesitas adalah penyebab utama resistensi insulin.

Namun, masalah kesehatannya juga bisa lebih dari itu.

Sebab, makan terlalu cepat membuat kita cenderung memilih makanan yang kurang sehat.

"Jadi dampak negatifnya mungkin tidak hanya dari asupan energi yang berlebihan," ujar Fear.

"Tetapi, juga dari jumlah aditif, gula dan biji-bijian olahan yang lebih tinggi, dan asupan makanan yang meningkatkan peradangan," imbuhnya.

Baca juga: Mengantuk Setelah Makan Tanda Kamu Alami Koma Makanan

Cara makan lebih lambat

Bagi sebagian dari kita mungkin makan terlalu cepat sudah merupakan kebiasaan, tetapi ada trik untuk meredakan kebiasaan buruk makan tersebut.

Mengutip Clean Eating, berikut cara untuk makan lebih lambat:

  • Beri waktu cukup untuk makan: tubuh kita membutuhkan waktu untuk makan setidaknya 20 menit. Jadi, luangkan waktu untuk makan setidaknya 20 menit. Butuh waktu lama bagi tubuh Anda untuk mengirim sinyal tentang rasa kenyang ke otak.
  • Asah semua indra: saat suapan pertama makan, luangkan beberapa saat untuk benar-benar menikmati aroma, rasa, dan tekstur dari makanan. Perhatikan sensasi itu terus-menurus suap demi suap makanan.
  • Kunyah makanan lebih lama: ambil gigitan kecil dan kunyah makanan lebih lama dengan seksama. Mengunyah lebih lama di mulut hingga lembut, membuat makanan mudah dicerna di perut dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

Baca juga: Penyebab Perut Buncit, Tak Hanya Pola Makan Tidak Sehat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Live Strong,

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.