Kompas.com - 27/06/2022, 17:00 WIB

Sumber utama lemak jenuh adalah produk hewani. Minyak tertentu juga tinggi lemak jenuh.

Contoh makanan tinggi lemak jenuh antara lain:

  • Susu dan krim utuh
  • Mentega
  • Keju tinggi lemak
  • Daging merah berlemak tinggi
  • Daging olahan, seperti sosis, hot dog, salami, dan bologna
  • Es krim
  • Minyak kelapa sawit dan kelapa, yang sering ditambahkan ke makanan olahan dan kemasan, seperti kue kering, donat, dan bahkan energy bar yang dilabeli "sehat".

Mengutip WebMD, American Heart Association merekomendasikan dalam makanan 2.000 kalori, tidak lebih dari 120 kalori yang berasal dari lemak jenuh.

Pria dan wanita dewasa tidak boleh makan lebih dari 30 gram dan 20 gram lemak jenuh sehari.

Baca juga: 7 Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

2. Makanan tinggi lemak trans

Mengutip Health Grades, lemak trans adalah jenis lemak buatan yang ditemukan dalam makanan yang mengandung minyak terhidrogenasi parsial dan dapat memicu penumpukan plak.

Ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi ibu hamil, seperti beberapa seafood yang mengandung merkuri tinggi.

Lemak trans terbentuk ketika hidrogen ditambahkan ke minyak cair, mengubahnya menjadi lemak padat. 

Lemak trans ditemukan di banyak makanan olahan kemasan dan di restoran, karena meningkatkan rasa, tekstur, dan memperpanjang umur simpan makanan.

Meski tidak semua makanan olahan mengandung lemak trans.

Para ahli merekomendasikan untuk mencoba mengonsumsi lemak trans sesedikit mungkin.

Makanan tinggi lemak trans adalah hampir semua makanan yang digoreng dan makanan cepat saji, seperti:

  • Popcorn
  • Burger
  • Pizza
  • Gorengan

Selain itu, mengutip WebMD, makanan sumber lemak trans lainnya meliputi:

  • Margarin: beberapa jenis margarin sebenarnya mengandung hingga 2 gram lemak trans per sendok makan. Namun, semakin banyak pilihan di pasaran yang menggunakan alternatif alami untuk membuat produk bebas lemak trans.
  • Krimer kopi non-susu: banyak krimer kopi non-susu menggunakan minyak yang mengandung lemak trans.

Baca juga: 7 Makanan yang Mengandung Lemak Trans untuk Diwaspadai

Mengutip Health Grades, untuk menghindari lemak trans disarankan:

  • Membaca label nutrisi sebelum membeli makanan kemasan atau olahan. Carilah 0 gram lemak trans. Juga, seleksi daftar bahan. Jika muncul kata "terhidrogenasi sebagian", lewati produk. Produk yang mengandung kurang dari 0,5 gram lemak trans per porsi dapat diberi label bebas lemak trans, jadi satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan memeriksa komposisinya.
  • Carilah restoran yang memilih untuk tidak menggunakan minyak terhidrogenasi parsial dalam masakan mereka.
  • Lebih baik makan makanan yang dikukus, dipanggang (baked, broiled atau grilled) bila memungkinkan, dari pada digoreng.
  • Cobalah untuk makan lebih sedikit makanan olahan.

Baca juga: Apa Itu Lemak Trans dan Kenapa Sering Dianggap Berbahaya?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.