Kompas.com - 27/06/2022, 21:01 WIB

KOMPAS.com - Hemoglobin adalah protein kaya zat besi di dalam sel darah merah yang penting untuk mengangkut oksigen.

Apabila darah kita kekurangan hemoglobin, maka yang terjadi adalah jaringan tubuh bakal kekurangan darah kaya oksigen.

Kondisi yang dikenal dengan anemia ini bisa mengganggu kinerja berbagai organ vital tubuh. Untuk memahami masalah kesehatan ini, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Apa itu Hemoglobin (Hb)?

Bagaimana jika tubuh kita kekurangan hemoglobin?

Dampak kekurangan hemoglobin bisa mengakibatkan banyak gejala, tergantung tingkat keparahannya. Dilansir dari BetterHealth, berikut beberapa di antaranya:

  • Kulit pucat
  • Badan lemas
  • Mudah lelah, padahal sudah cukup istirahat
  • Sesak napas
  • Kepala pening atau kliyengan saat beranjak dari tempat duduk atau berbaring
  • Sering sakit kepala
  • Jantung berdebar atau berdetak kencang
  • Gampang marah-marah
  • Susah konsentrasi
  • Lidah pecah-pecah dan kemerahan
  • Tidak nafsu makan

Kekurangan hemoglobin rentan dialami wanita yang haidnya banyak, ibu hamil dan menyusui, bayi, anak-anak yang sedang pubertas, kalangan vegan atau vegetarian, perokok, atau atlet.

Selain itu, penderita kanker, penyakit asam lambung kronis, penyakit tiroid, penyakit ginjal dan orang yang cuci darah, atau orang dengan gangguan darah juga retan terkena kondisi ini.

Baca juga: 9 Ciri-ciri Hemoglobin (Hb) Rendah yang Perlu Diwaspadai

Berapa kadar hemoglobin normal?

Kadar hemoglobin dapat diketahui lewat tes darah. Kadar hemoglobin normal berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan usia.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ambang batas normal hemoglobin pria dewasa antara 14 g/dL sampai 17,5 g/dL. Sedangkan kadar hemoglobin normal wanita dewasa berkisar 12,3 g/dL sampai 15,3 g/dL.

Pria dianggap kekurangan hemoglobin apabila kadarnya di bawah 13.5 g/dL, sedangkan pada wanita di bawah 12 g/dL.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyebab kekurangan hemoglobin paling sering karena masalah gizi; seperti kekurangan zat besi, kekurangan folat, vitamin B12, dan vitamin A.

Di luar itu, penyakit menular seperti malaria, TBC, HIV, infeksi parasit, dan kelelahan ekstrem juga bisa menyebabkan penderita mengalami gangguan darah ini. 

Setelah mengetahui jawaban bagaimana jika tubuh kekurangan hemoglobin, ada baiknya Anda lebih waspada dengan masalah kesehatan ini.   

Baca juga: 4 Jenis Makanan Penambah Hemoglobin (Hb) Darah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.