Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak di Bawah 1 Tahun

Kompas.com - 30/10/2022, 18:33 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

KOMPAS.com - Anak di bawah satu tahun umumnya membutuhkan 11 mg zat besi per hari. Apabila si kecil tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup dari makanannya, maka mereka dapat mengalami kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi pada anak-anak adalah kondisi yang umum, namun harus segera diatasi. Terlebih, kekurangan zat besi pada anak-anak menimbulkan beberapa gejala yang menyebabkan mereka merasa tak nyaman, antara lain:

  • lemas atau lelah berkepanjangan
  • tidak napsu makan
  • tidak aktif
  • kulit pucat
  • tangan dan kaki dingin
  • napas cepat
  • infeksi tertentu
  • mengidam hal tidak biasa, seperti es batu, kotoran, cat, atau pati

Dilansir dari Mayo Clinic, kekurangan zat besi dapat memberi dampak negatif bagi pertumbuhan organ, kecerdasan, perilaku, hingga motorik anak-anak.

Baca juga: 7 Makanan untuk Membantu Mengatasi Anemia karena Defisiensi Zat Besi

Kekurangan zat besi dan anemia defisiensi besi biasanya didiagnosis melalui tes darah.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua bayi melakukan tes darah antara usia 9-12 bulan dan dilanjutkan setelah satu tahun jika memiliki risiko kekurangan zat besi.

Selain diagnosis dini, kekurangan zat besi pada anak juga masih dapat dicegah.

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa tips yang dapat ayah dan ibu lakukan demi mencegah kekurangan zat besi pada anak di bawah usia satu tahun.

1. Konsumsi makanan tinggi zat besi minimal 2 kali sehari

Memenuhi kebutuhan zat besi yang paling baik adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung sumber zat besi paling tinggi adalah daging berwarna merah.

Anda dapat memilih daging sapi cincang, daging kambing sebagai sumber zat besi sekaligus protein pada MPASI bayi. Hati ayam dan hati sapi juga merupakan sumber zat besi yang mudah didapatkan.

Selain itu, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli juga merupakan makanan tinggi zat besi.

Sayangnya, tubuh si kecil hanya mampu menyerap sekitar 3-8 persen, dibandingkan dengan zat besi dari hewani yang diserap sebesar 23 persen.

Baca juga: 4 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

2. Hindari minum teh atau susu saat makan utama

Saat si kecil makan, usahakan hanya memberi air putih saja, bukan segelas teh atau susu.

Teh diketahui mengandung zat yang menghambat absorpsi zat besi. Saat bayi dalam kandungan pun, para dokter menganjurkan agar ibu hamil mengurangi minum teh agar kadar Hb tidak rendah dan kekurangan zat besi.

Sementara itu, kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi karena penyerapan kalsium berkompetisi dengan penyerapan zat besi.

Susu dan teh masih boleh diminum oleh anak-anak, asalkan di luar waktu makan utama dan dengan porsi yang sesuai.

 

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Health

Ada Air Putih dan Jeruk: Makanan dan Minuman yang Bantu Menghilangkan Racun dalam Tubuh

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

[KLARIFIKASI] Tidak Benar AC Masjid Meledak dan Tewaskan 20 Orang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

40 Balasan Ucapan Selamat Idul Fitri Biar Tak Hanya Jawab “Sama-sama”

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

INFOGRAFIK: Hoaks Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Diganti Bantuan Uang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Lifestyle

Bicara Pakai Bahasa Bayi Bisa Ganggu Perkembangan Anak, Simak Penjelasan Dokter

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 4 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 5 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Cara-cara Menghindari Paparan Mikroplastik dari Makanan dan Minuman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau