Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Bidan Tessa Bantu Persalinan di Pesawat pada Ketinggian 35.000 Kaki

Kompas.com - 21/03/2025, 11:00 WIB
Khairina

Penulis

3
Sumber

KOMPAS.com-Seorang penumpang berinisial RS (18) asal Jawa Timur melahirkan di dalam pesawat Citilink rute Pontianak–Surabaya pada Selasa (11/3/2025).

Kejadian tak terduga ini ditangani dengan sigap oleh Dr. Tessa Siswina, S.Si.T., M.Keb., seorang bidan yang kebetulan berada di dalam pesawat tersebut. Atas aksinya, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.

Dr. Tessa, yang duduk di kursi 15F, awalnya tidak menyadari adanya situasi darurat. Suasana mulai ramai ketika pilot mengumumkan bahwa diperlukan bantuan tenaga medis, baik dokter maupun bidan.

“Saya bertanya kepada ibu di sebelah saya, kenapa ramai di belakang? Apakah ada yang mabuk? Ibu tersebut menjawab bahwa ada penumpang yang hendak melahirkan,” ujar Tessa, seperti dilansir laman Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Menanti 20 Tahun, Wanita Ini Melahirkan di Usia 47 Tahun, Dokter Bagikan Kisahnya

Tessa segera berdiri. Ibu di sebelahnya bertanya apakah ia bisa menolong, yang langsung dijawab tegas oleh Tessa, “Bisa.”

Ia kemudian meletakkan tas dan jam tangannya di bawah kursi, lalu menghampiri pramugari sambil mengangkat tangan kirinya.

“Dokter?” tanya pramugari. Tessa menjawab dengan lantang, “Bidan.”

Saat tiba di barisan kursi 18, tempat RS berbaring, Tessa bertanya tentang kondisi penumpang.

“Sudah pecah ketuban,” jawab pramugari.

“Berapa minggu?” tanya Tessa.

“33 minggu,” jawab pramugari.

“Baik, bawa ke belakang,” ujar Tessa.

Baca juga: Menata Ulang Kebijakan BPJS: Membatasi Klaim Melahirkan

Dalam situasi darurat ini, Tessa mengambil alih proses persalinan di lantai bagian belakang pesawat. Ia berhasil membantu kelahiran bayi laki-laki dengan selamat.

Pilot kemudian mengumumkan bahwa seorang bayi telah lahir pada ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut. Saat itu, Tessa masih berupaya mengeluarkan plasenta.

Ia beberapa kali bertanya kepada pramugari tentang waktu tempuh yang tersisa hingga pesawat mendarat agar dapat menyelesaikan proses persalinan sebelum landing.

RS saat itu hanya didampingi anaknya yang berusia tiga tahun, sementara suaminya masih berada di Malaysia untuk bekerja.

Setelah melahirkan, bayi langsung digendong oleh penumpang lain karena sang ibu masih dalam kondisi pemulihan.

Setelah proses persalinan selesai, Tessa diminta menunjukkan tanda pengenal sebagai bidan dan ia menunjukkan kartu anggota Ikatan Bidan Indonesia.

Ia juga mengapresiasi kecukupan peralatan medis yang disediakan oleh maskapai, yang sangat membantu dalam menangani kondisi darurat tersebut. Tessa bahkan mengalihfungsikan beberapa alat agar lebih optimal.

Di luar peristiwa luar biasa ini, Dr. Tessa adalah dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Ia baru saja menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada 2024 melalui beasiswa tugas belajar (Tubel) dari Kementerian Kesehatan dalam waktu 2,5 tahun.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih atas beasiswa dari Tubel Kemenkes yang sangat membantu saya menyelesaikan pendidikan. Saya merasa beruntung menjadi salah satu penerima beasiswa ini sehingga bisa melanjutkan studi hingga jenjang doktoral,” kata Tessa.

Baca juga: Pakar: Ibu Alami Stunting Dapat Melahirkan Bayi Sehat, asal...

Saat ini, Tessa kembali aktif sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang 5 di Kolegium Kebidanan, asesor LAMPTKes, serta pengurus daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Barat. Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia kebidanan, terutama dalam melatih generasi muda agar menjadi tenaga medis profesional yang berkualitas.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan Menteri Kesehatan kepada Tessa merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menangani situasi darurat.

“Kejadian ini menjadi bukti bahwa di tengah situasi darurat, ketenangan dan keterampilan tenaga kesehatan seperti Tessa sangat dibutuhkan. Semoga peristiwa ini dapat menjadi inspirasi bagi para tenaga kesehatan lainnya dalam menghadapi tantangan tak terduga di lapangan,” ujar Yuli.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

3
Komentar
salut untuk bu dokter, sukses selalu bu dokter .

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau