Minggu, 26 Maret 2017

Health

Ada Riwayat Kanker Payudara di Keluarga, Perlukah Tes Genetik?

Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Salah satu gen yang diketahui meningkatkan risiko kanker payudara adalah jika ditemukan gen BRCA-1 dan BRCA-2. Ada tidaknya gen tersebut bisa dilakukan lewat pemeriksaan genetik.

Di Indonesia, pemeriksaan genetik untuk mengetahui ada tidaknya mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2 belum bisa dilakukan.

"Pemeriksaan itu memang belum ada di Indonesia, jadi sampelnya harus dikirim di luar negeri," kata dr.Yadi Permana, spesialis bedah onkologi dari RS Fatmawati Jakarta, dalam acara yang digelar oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia dan PT.Roche Indonesia di Jakarta (21/12/2016).

Penelitian menunjukkan, jika ada gen BRCA-1 dan BRCA-2, risiko terkena kanker payudara bisa mencapai 90 persen. Kondisi serupa juga dialami aktris pemenang OScar, Angelina Jolie yang mewarisi gen itu dari ibunya yang meninggal karena kanker.

Menurut Yadi, pemeriksaan genetik lebih direkomendasikan pada mereka yang punya riwayat kanker dalam keluarga.

Jika memang ditemukan ada gen BRCA-1 dan BRCA-2 maka perlu dilakukan tindakan pencegahan kanker, salah satunya adalah mastektomi atau pengangkatan payudara.

"Di Indonesia sudah ada beberapa pasien yang melakukannya. Jika sudah mastektomi maka risiko kanker bisa tidak ada sama sekali karena payudara dan jaringannya sudah diangkat," katanya.

Selain tes genetik, setiap wanita, walau tak ada riwayat kanker, disarankan melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi dini kelainan pada payudara. Kanker payudara yang terdeteksi dini memiliki peluang sembuh yang besar.

 

Penulis: Lusia Kus Anna
Editor : Lusia Kus Anna
TAG: