Kompas.com - 25/06/2013, 10:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Para perokok diusulkan untuk tidak diikutsetakan dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014. Jika tetap ikut, maka harus ada pembeda dengan peserta JKN bukan perokok, misalnya dalam hal jumlah premi yang harus dibayarkan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara peluncuran Road Map Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia, Senin (24/6) di Jakarta. "Supaya ada pembeda antara yang merokok dan tidak. Nantinya larangan merokok ini akan bersifat lebih tegas," kata pengusul yang juga Ketua Pengurus Pusat Aisyiyah Jawa Timur, Esty Mardiyanti.

Para perokok, menurut Esty, bukannya tidak tahu bahaya yang mengancam, apalagi saat ini info bahaya merokok sudah banyak beredar. Namun kebiasaan ini tak juga dihentikan. Para perokok juga sebagian besar adalah pengguna asuransi, baik JKN maupun Jamkesmas.

"Di sinilah JKN maupun Jamkesmas bisa berperan menghentikan kebiasaan merokok," kata Esty.

Ia menambahkan, dirinya pernah mengusulkan hal serupa pada pelaksanaan Jamkesmas di era menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal P2PL Kementrian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, tengah mempertimbangkan wacana tersebut. Namun dia tidak secara tegas menyampaikan apakah akan memperlakukan kebijakan tersebut.

"Idealnya memang begitu. Perokok harus membayar lebih karena akan mendapatkan pengobatan yang lebih," kata Tjandra.

Rokok diketahui menjadi sumber kerugian karena mengurangi produktivitas dan meningkatkan beban kesehatan Indonesia. Pada 2013 kerugian Indonesia akibat rokok diperkirakan mencapai Rp.193 triliun. Dicabutnya kepersertaan JKN bagi perokok diharapkan bisa 'memaksa' masyarakat untuk tidak merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.