Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/07/2014, 10:42 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Koloni bakteri secara alami memang terdapat dalam cairan mani (semen) manusia. Namun bukannya tanpa pengaruh, koloni bakteri ini berperan dalam penularan maupun memperbanyak jumlah HIV di dalam tubuh pria yang terinfeksi.

Para peneliti asal AS menemukan, mikroba dalam semen dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi lokal dan berperan dalam pengembangbiakan HIV dalam tubuh pria yang terinfeksi. Mereka mengatakan, temuan ini dapat memudahkan dunia kedokteran untuk mengurangi transmisi virus penyebab AIDS ini dengan menargetkan pada bakteri yang ada dalam semen.

Studi sejauh ini belum dapat membuktikan bakteri menyebabkan perubahan pada tingkat HIV atau tidak. Sehingga penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikannya. Studi yang diketuai oleh Lance Price dari Translational Genomics Research Institute hanya menemukan, interaksi antara mikroba, imunologi lokal, dan muatan virus dalam semen saling berinteraksi satu sama lain.

Meskipun HIV ditemukan paling banyak pada cairan tubuh manusia, virus paling umum menyebar melalui semen. Dalam semen, selain sperma juga terdapat bakteri dan faktor imun, salah satunya adalah interleukin-1beta (IL-1b) yang berperan dalam respon tubuh terhadap peradangan.

"Semakin tinggi jumlah bakteri dalam semen, semakin tinggi pula kadar IL-1b dalam semen yang meningkatkan produksi virus yang dikandungnya," ujar peneliti, berteori.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis sampel sperma dari 49 gay atau pria homoseksual. Dari semua peserta, 27 dinyatakan HIV positif. Mereka ikut serta studi ini sebelum mendapatkan pengobatan antiretroviral. Semen kedua kelompok dibandingkan.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal PLOS Pathogens menemukan, infeksi HIV tampaknya mengubah hubungan antara bakteri dalam semen dengan faktor imun. Karenanya, bakteri pun akhirnya mempengaruhi jumlah virus dan berperan dalam transmisi HIV secara seksual.

Peneliti juga menjumpai adanya perbedaan diversitas antara bakteri yang ada pada semen pria HIV positif dengan pria tanpa HIV. Diversitas bakteri pada pria HIV positif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria tanpa HIV. Namun setelah mengonsumsi obat antiretroviral, diversitas bakteri pada semen mereka kembali mendekati semen pria sehat pada umumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber HEALTHDAY
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+