Kompas.com - 14/08/2014, 16:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

Ketika tengah bertugas ke luar kota atau luar negeri, aktivitas itu juga tetap dia lakukan, baik di hotel maupun di dalam pesawat terbang. Tak heran jika setiap pulang dinas, dia selalu membawa ”oleh-oleh” botol ASI yang terkadang harus dijadikan sebagai paket terpisah karena muatannya melebihi jumlah maksimal bagasi pesawat yang berkisar 15-20 kilogram.

”Meskipun repot karena harus membawa botol-botol itu, saya tak pernah terpikir untuk membuang ASI,” kata Indar.

Setelah nyaris setahun menjadi donor ASI, sekitar 100 bayi telah menerima dan mengonsumsi ASI Indar. Penerimanya pun tak hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi ada pula yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Jumlah itu masih terus bertambah, tetapi mulai kini dia memperketat pemberian ASI hanya bagi bayi yang mengidap penyakit dan prematur. Ini disebabkan kebutuhan ASI kedua anaknya semakin banyak.

”Selain itu, limpahan ASI saya perlahan juga akan berkurang,” kata anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Penghargaan

Kegigihan Indar untuk mengumpulkan ASI dan menjadi donor menghadirkan apresiasi berupa penghargaan Kartini Award oleh organisasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT).

Indar menerima penghargaan karena berhasil memberikan ASI bagi 100 bayi. Kartini Award yang diterimanya pada akhir April lalu adalah penghargaan tahunan untuk mengapresiasi jasa perempuan di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

Penilaian penghargaan yang berlangsung sejak tahun 2007 itu dilakukan Menteri Kesehatan serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. WITT mengajukan ratusan calon, dan kedua menteri itu memilih 7-10 nama penerima penghargaan.

Indar berharap agar penghargaan itu bisa menjadi awal baginya untuk memotivasi perempuan lain, terutama perempuan pekerja, untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Dia tengah mencari medium tepat guna mewujudkan gerakan tersebut.

”Saya ingin menunjukkan bahwa bekerja bukan alasan untuk menghindari kewajiban memberi ASI bagi bayi,” kata Indar. (A07)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.