Menurut riset yang dilakukan tim dari Universitas Texas, orang dengan perut buncit punya risiko lebih besar terkena hipertensi dibanding dengan orang yang indeks massa tubuhnya sama, tapi lokasi penumpukan lemaknya berbeda.
Tekanan darah yang tinggi bukanlah kondisi yang bisa diabaikan karena bisa menyebabkan organ tubuh memompa darah lebih banyak. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah pun menjadi lebih besar dan berisiko menyebabkan penyakit jantung atau stroke.
Mengapa lokasi penumpukan lemak lebih berpengaruh dari jumlah lemaknya? Peneliti pun masih mencoba memahami hal ini.
Lemak yang menyelimuti organ-organ tubuh dalam dapat menyebabkan hipertensi, jaringan lemak ini juga menghambat kerja ginjal atau kelenjar adrenal dalam memproduksi hormon-hormon penting.
Studi sebelumnya mendapati bahwa perut buncit terkait erat dengan diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan disfungsi ereksi (ED). Sehingga, solusi terbaik untuk menghindari sejumlah penyakit ini adalah mengecilkan perut.
"Sedikit saja penurunan berat badan dapat berpengaruh pada metabolisme, terutama yang menderita diabetes dan hipertensi," kata Dr. Aslan Turer, peneliti.
Lemak visceral, lemak yang ada pada organ lama, sebenarnya lebih mudah dibakar daripada lemak subkutan, seperti lemak yang ada di pinggul. Sehingga olahraga rutin dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi lemak jahat dan menyehatkan jantung.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.