Kompas.com - 02/10/2014, 08:25 WIB
Lemon bantu kembalikan warna ketiak jadi putih. SHUTTERSTOCKLemon bantu kembalikan warna ketiak jadi putih.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
- Keringat di ketiak sering kali mengganggu aktivitas. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Cleveland AOBiome, menyebutkan keringat itu justru dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Peneliti mengklaim, bakteri pada keringat mampu mengobati jerawat hingga luka pada kulit.

Amonia yang merupakan komponen utama dari keringat itu dinilai ampuh mengobati gangguan pada kulit, seperti jerawat. Amonia-oxidising bacteria (AOB) atau bakteri pengoksidasi amonium yang biasa terdapat di tanah dan air selama ini merupakan komponen penting dari siklus nitrogen dan proses nitrifikasi pada lingkungan.

Para peneliti mengatakan bahwa AOB ternyata juga cocok untuk kulit manusia. Hal ini dikarenakan oksidasi amonia - nitrit dan nitrat oksida ternyata baik untuk kulit, termasuk peradangan, relaksasi pembuluh darah dan penyembuhan luka.

Peneliti mencoba pemanfaatan bakteri tersebut pada 24 relawan yang dibagi dua kelompok. Kelompok pertama diberikan suspensi bakteri pada wajah dan kulit kepala selama satu minggu. Kelompok kedua menggunakan plasebo. Hasilnya, mereka yang menggunakan AOB memiliki kondisi kulit yang lebih baik.

Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan bakteri nitrosomonas yang diisolasi dari sampel tanah organik. Nitrosomonas merupakan bakteri yang memiliki kemampuan untuk merombak senyawa amonia menjadi senyawa nitrit.

Menurut penelitian, tidak ada efek samping dari pengobatan pada kulit dengan AOB. Chief Medical Officer dari AOBiome, Dokter Larry Weiss berencana akan melakukan uji klinis untuk penanganan medis terhadap pasien yang berjerawat maupun bisul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.