Kompas.com - 10/03/2015, 09:46 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
-  Kekurangan hormon tiroid sejak lahir bisa menyebabkan hipotiroid kongenital yang berakibat pada rusaknya fungsi otak sehingga pertumbuhan anak dan perkembangannya tidak normal. Jika terlambat ditangani, anak akan memiliki IQ yang rendah, keterbelakangan mental, hingga bertubuh pendek. Namun jika diobati sejak dini, kerusakan otak permanen bisa dicegah.

Dokter spesialis anak dan konsultan endokrinologi Aman B Pulungan mengatakan, satu-satunya langkah deteksi dini, yaitu dengan melakukan skrining saat bayi baru lahir. Sebab, gangguan tiroid tidak menyebabkan ada gejala yang muncul saat bayi baru lahir. Jika sudah muncul gejala, itu tandanya pertumbuhan telah mengalami keterlambatan dan sulit untuk diperbaiki.

“Banyak yang terlambat datang, yaitu pada usia 1 sampai 5 tahun,” ujar Aman Pulungan dalam
seminar Skrining Hipotiroid Kongenital di Jakarta, Senin (9/3/2015).

Aman mencontohkan, bayi yang terlambat mendapat diagnosis hipotiroid kongenital, saat usia 2 tahun diketahui memiliki IQ 25-80. Anak itu pun berperawakan pendek. Jika terlambat ditangani, pengobatan hanya berguna untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memaksimalkan pertumbuhan anak lebih baik.

Bayi yang dinyatakan positif hipotiroid harus minum obat secara teratur. Ada yang minum obat hanya sementara dan seumur hidupnya.

Dokter spesialis patologi klinik dari Departemen Patologi Klinik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ina S Timan mengatakan, masalah hipotiroid belum tersosialisasi dengan baik. Belum banyak rumah sakit yang melakukan skrining kadar tiroid bagi bayi yang baru lahir. Skrining seharusnya dilakukan pada saat usia bayi baru lahir 48-72 jam.

“Deteksi dini untuk terapi dini agar pertumbuhan fisik dan mental tetap baik. Mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan dan keterbelakangan mental,” tegas Ina.

Hipotiroid kongenital merupakan kelainan pada bayi yang baru lahir akibat penurunan hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid bisa berakibat fatal pada bayi karena hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dan sangat memengaruhi fungsi seluruh jaringan dan organ tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.