Kompas.com - 02/06/2016, 09:55 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dalam sebuah studi yang diterbitkan di laman The Lancet, peneliti percaya bahwa, tidak memiliki pekerjaan meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

 

Lebih khusus, peneliti mengatakan bahwa resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2008-2010 bertanggung jawab terhadap 260.000 kematian akibat kanker secara global.

 

Jadi, bagaimana peneliti menyimpulkan kenyataan pedih ini? Para peneliti mengumpulkan data tahun 1990-2010 dari Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia di 75 negara. Mereka menganalisis data dengan mempertimbangkan negara-negara yang memiliki layanan kesehatan menyeluruh dan yang tidak.

 

Para peneliti melihat jenis kanker yang dapat "diobati". Misalnya, kanker payudara pada wanita, kanker prostat pada pria, dan kanker kolorektal pada kedua jenis kelamin, semua itu memiliki tingkat kelangsungan hidup 50 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dan, jenis kanker yang "tidak dapat diobati" seperti paru-paru dan kanker pankreas, keduanya memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun kurang dari 10 persen.

 

Menggunakan "tren" yang terjadi sebelum tahun 2008, mereka meramalkan tingkat kematian tinggi akibat kanker dan membandingkan prediksi mereka dengan data aktual dari jangka waktu yang ada.

 

Dengan data 260.000 lebih orang meninggal akibat kanker dari yang terjadi antara tahun 2008 dan 2010, peneliti mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh jumlah pengangguran yang lebih tinggi di seluruh dunia, kehilangan asuransi kesehatan bagi mereka yang tidak bekerja, dan menurunnya kemampuan belanja masyarakat terhadap produk kesehatan.

 

Tapi masih ada kabar baik : Para peneliti mencatat, bahwa angka kematian dari semua jenis kanker menunjukkan penurunan, ketika pengeluaran masyarakat untuk kesehatan meningkat.

 

Para peneliti mengatakan, ini berarti bahwa akses ke pelayanan kesehatan berperan penting dalam mengurangi jumlah kematian terkait kanker.

 

Bahwa, di negara-negara seperti Inggris, Norwegia, dan Kanada mampu menghindari lonjakan kematian akibat kanker selama periode ini, ini mungkin disebabkan adanya layanan kesehatan menyeluruh yang diberikan negara tersebut. Sehingga, secara singkat dapat disimpulkan bahwa pengangguran menyebabkan masalah kesehatan yang besar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X