Kompas.com - 24/06/2016, 20:53 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Mungkin Anda pernah mendengar tentang alergi terhadap lateks yang menjadi bahan dasar pembuatan kondom yang banyak beredar di pasaran. Bagaimana Anda tahu jika Anda adalah penderitanya? Dokter mengatakan, tak mudah mengenali gejala alergi lateks.

Meskipun orang bisa alergi terhadap kulit domba dan bahan kondom lainnya, alergi kondom yang paling umum adalah karena lateks, kata ahli kesehatan wanita, Jennifer Wider, gelar M.DI.

"Alergi lateks tidak umum, tetapi hal itu terjadi," katanya. Menurut American Latex Allergy Association, kurang dari satu persen dari populasi warga di Amerika Serikat yang memiliki alergi terhadap lateks-tapi jumlahnya cukup besar yakni sekitar tiga juta orang.

Tanda-tanda umum alergi terhadap lateks adalah iritasi, rasa panas dan gatal-gatal di vagina, kata Jonathan Schaffir, M.D., dokter kebidanan kandungan dari Ohio State University Wexner Medical CenterI.

"Alergi lateks juga bisa menimbulkan gejala anafilaksis yang memicu turunnya tekanan darah dan kesulitan bernapas dan bisa menyebabkan kematian," katanya. "Tapi itu adalah kasus yang sangat langka, tetapi jika terjadi tentu membutuhkan perhatian medis segera."

Namun, sulitnya, rasa gatal dan terbakar di vagina tak selalu disebabkan oleh alergi lateks. Beberapa hal lain bisa jadi penyebabnya, kata Maureen Whelihan, MD, dokter kebidanan dan kandungan di Center for Sexual Health & Education, Itu sebabnya alergi kondom lateks menjadi sulit untuk didiagnosa.

"Iritasi vagina juga bisa disebakan oleh infeksi jamur," katanya.

Jadi, untuk memastikan apakah Anda benar-benar alergi atau tidak, adalah dengan memerhatikan apakah yang bersangkutan memiliki gejala yang timbul secara konsisten setelah menggunakan kondom lateks dan gejala tidak timbul saat tidak menggunakan kondom lateks.

Untuk lebih memastikannya, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat tes alergi.

Jika benar Anda alergi lateks, Anda dapat beralih ke kondom polyurethane yang berfungsi sama seperti kondom lateks.

Kondom kulit domba tidak dianjurkan, karena berpori-pori besar sehingga tidak efektif mencegah penyakit menular seksual, namun bisa untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Sebelum memilih kondom polyurethane, Anda dapat mencoba kondom lateks yang tidak mengandung spermisida Nonoxynol-9, kata Whelihan. Ini biasa digunakan oleh produk kondom lateks dan bisa jadi itulah sumber alergi Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.