Kompas.com - 15/09/2016, 21:36 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia. Menurut data Globocan, jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mereka yang imunitasnya atau sistem kekebalan tubuhnya lemah disebut lebih berisiko terkena limfoma. Orang dengan penyakit autoimun, seperti lupus juga berisiko limfoma, karena penyakit tersebut menyebabkan menurunnya imunitas tubuh. Termasuk pasien dengan penyakit jaringan ikat.

Faktor risiko lainnya, yaitu adanya riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang terkena kanker dan merasakan gejala penyakit limfoma, perlu mewaspadai pertumbuhan kanker tersebut.

"Tetapi, apakah ada faktor keturunan pada limfoma belum diketahui pasti, meski ada beberapa kasus yang orangtuanya limfoma, anaknya kemudian juga," kata Andhika di jakarta, Kamis (15/9/2016).

Selain itu, limfoma juga lebih berisiko pada orang obesitas dan konsumsi makan yang tidak seimbang, seperti terlalu banyak makan daging merah.

Andhika mengungkapkan, beberapa kasus limfoma juga bisa dipicu oleh infeksi virus, seperti HIV, virus human T-cell leukemia, dan virus Epstein-Barr. Adanya faktor risiko tersebut bukan berarti pasti akan terkena limfoma. Dalam sejumlah kasus, penyebab limfoma pun tidak diketahui pasti.

Penting untuk mengenali gejalanya, seperti ada benjolan di leher, lipat ketiak, atau lipat paha, sering berkeringat pada malam hari, dan sering demam tak lebih dari 38 derajat celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kanker Tiroid
Kanker Tiroid
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.