Kompas.com - 10/03/2020, 11:31 WIB
Ilustrasi kanker serviks Ilustrasi kanker serviks

KOMPAS.com - Kanker serviks pada seorang wanita biasanya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai faktor risiko.

Keberadaan kanker itu juga sering kali baru terdeteksi setelah kondisinya cukup parah.

Pada umumnya, wanita yang memiliki lesi pra-kanker atau kanker serviks stadium awal, tak akan merasakan keluhan apapun.

Baca juga: 5 Jenis Makanan untuk Mencegah Kanker Payudara

Keluhan kerap kali baru timbul saat kanker sudah mulai bersifat invasif dan menyerang jaringan atau organ tubuh lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, penting kiranya bagi para wanita maupun siapa saja mengenali gejala kanker ini sebagai langkah antisipasi penyakit makin parah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala kanker serviks

Melansir buku Menaklukkan Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alami (2012) karya Dr. Lestari Handayani, dr., M.Med (PH) dkk., sedikitnya ada 3 gejala yang sering dikeluhkan oleh para penderita kanker serviks.

Berikut penjelasannya:

1. Perdarahan abnormal

Perdarahan abnormal dapat terjadi sebagai gejala adanya penyakit kanker serviks pada wanita.

Perdarahan abnormal yang dimaksud di antaranya, terjadi saat:

  • Setelah berhubungan seksual
  • Setelah menopause
  • Perdarahan atau flek-flek (spotting) di antara waktu haid
  • Menstruasi lebih lama dari biasanya

2. Keputihan abnormal dari vagina

Keputihan kadang bercampur dengan darah.

Keputihan tersebut dapat terjadi di antara periode menstruasi atau setelah menopause.

Baca juga: Kanker Payudara pada Pria: Gejala dan Penyebabnya

3. Nyeri saat berhubungan seksual

Hubungan badan yang menyebabkan nyeri di pihak perempuan patut dicurigai sebagai gejala kanker serviks.

Cara menangani

Perlu dipahami bersama, ketiga keluhan di atas dapat juga dialami oleh seorang wanita meskipun tidak menderita kanker serviks.

Oleh sebab itu, penting kiranya bagi para wanita untuk segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan di atas sebagai langkah pencegahan.

Melakukan pap smear rutin setahun sekali jelas adalah langkah yang baik untuk mendeteksi kanker serviks lebih dini.

Pap smear adalah sebuah metode pemeriksaan cairan lendir serviks.

Baca juga: Benarkah Radiasi HP Bisa Menyebabkan Kanker?

Setidaknya ada dua pilihan metode yang bisa dilakukan dalam pemeriksaan pap smear, yakni secara konvensional atau liquid base.

Berikut perbedannya:

1. Pap smear konvensional

Pada metode ini, lendir serviks dioleskan di atas kaca objek, kemudian diperiksa dengan alat mikroskop.

Pemeriksaan ini diketahui sudah dipakai lebih dari 50 tahun dan biayanya terbilang cukup murah.

Namun, metode konvensional memiliki kelemahan, yakni kadang-kadang hasil pengolesan lendir pada kaca kurang merata sehingga dapat menimbulkan bias pada pemeriksaan mikroskop.

Belum lagi, keterlambatan pemberian pengawet pada kaca objek bisa menimbulkan kerusakan pada sel yang akan diperiksa.

Jika terjadi dua hal tersebut, bukan tidak mungkin harus dilakukan pengulangan pengambilan sampel lendir.

2. Pap smear liquid base

Metode ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel lendir menggunakan alat yang menyerupai sikat.

Sikat yang mengandung lendir tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cairan khusus.

Dengan menggunakan alat khusus, cairan yang telah bercampur dengan lendir serviks lantas diperiksa di bawah mikroskop.

Baca juga: Benarkah Makan Tomat Bisa Cegah Penyakit Kanker?

Berbeda dengan metode konvensional, cara ini diyakini bermanfaat untuk meminimalkan kerusakan sel yang dialami.

Selain itu, dapat juga menyingkirkan sel jamur, darah, dan unsur lainnya yang ikut terambil ke dalam sampel.

Namun, kekurangan metode ini adalah tarifnya cukup mahal sehingga lebih jarang digunakan dibanding metode konvensional.

Penyebab kanker serviks

Melansir buku Cegah dan Deteksi Kanker Serviks (2010) karya Dra. Hartati Nurwijaya, dkk., penyebab utama timbulnya kanker serviks adalah infeksi virus Human papillomavirus (HPV) risiko tinggi atau HPV onkogenik yang mengandung protein penyebab terjadinya kanker (onkoprotein).

Ada 20 tipe HPV yang telah diidentifikasi dapat menyebabkan kanker serviks, tetapi paling banyak (70 persen) disebabkan oleh tipe 16 dan 18.

HPV pada umumnya ditularkan melalui hubungan seks (90 persen) dan non hubungan seks (10 persen).

Hubungan seks yang tidak aman, terutama pada usia muda, membuat infeksi virus ini lebih memungkinkan terjadi.

Baca juga: 7 Cara Cegah Kanker Sebelum Terlambat

Selain itu, wanita yang memiliki banyak pasangan seks atau memiliki pasangan yang punya banyak mitra seks, juga berisiko lebih besar terjangkit HPV.

Berikut ini beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seroang wanita menderita kanker serviks:

  • Merokok
  • Infeksi HIV
  • Infeksi Chlamydia dan herpen simplex tipe 2
  • Kekurangan gizi
  • Orangtua mengonsumsi obat dietilstilbestrol (DES) yang biasa digunakan untuk mencegah keguguran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.