Kompas.com - 15/05/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi ayam goreng. pixabay.com/phuonghoangthuyIlustrasi ayam goreng.

KOMPAS.com - Daging ayam adalah bahan makanan dengan kadar kalori lebih rendah dibandingkan daging merah.

Tak pelak, sajian olahan berbasis ayam menjadi makanan nyaman yang digemari banyak orang.

Kendati digemari banyak orang karena dianggap lebih aman ketimbang daging merah, proses memasak daging ayam bisa memengaruhi kadar kalorinya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Air Fryer Bikin Masakan Lebih Sehat?

Melansir Healthline, memasak ayam dengan cara digoreng, menambahkan saus, memberi adonan tepung agar renyah dapat membuat kalori masakan ayam jadi melonjak.

Sebagai perbandingan, paha ayam tanpa kulit yang dimasak biasa (direbus) mengandung 109 kalori dan 5,7 gram lemak.

Namun, kalori paha ayam goreng yang dibalut adonan tepung agar renyah bisa melonjak menjadi 162 kalori dan mengandung 9,3 gram lemak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian juga dengan bagian lain daging ayam. Sayap ayam tanpa kulit memiliki 43 kalori dan 1,7 gram lemak.

Sedangkan sayap ayam yang dilumuri saus barbekyu bisa memiliki 61 kalori dan 3,7 gram lemak.

Kandungannya setara dengan sayap ayam goreng berlapis tepung, yakni 61 kalori dan 4,2 gram lemak.

Baca juga: Kalori Telur Rebus, Ceplok, Orak-arik, Mana yang Paling Sehat?

Namun, jangan khawatir. Ahli gizi dari Cleveland Clinic Kristin Kirkpatrick, MS, RD, LD membagikan cara membuat ayam goreng jadi lebih sehat. Antara lain:

1. Hindari menggoreng dalam minyak banyak

Ilustrasi daging ayam.pixabay.com/RitaE Ilustrasi daging ayam.
Banyak orang menggemari ayam goreng karena teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang gurih.

Untuk menyiasati agar ayam goreng lebih sehat, hindari menggoreng ayam dalam minyak banyak.

Ganti cara memasak dengan memanggang. Cara ini secara teknis memang tidak merendam ayam dalam minyak yang bisa menambah kadar lemak jenuh dan lemak trans.

Namun, dengan memanggang, Anda masih bisa mempertahankan tekstur renyah pada ayam dalam versi yang lebih sehat.

Terlalu banyak mengonsumsi asupan berlemak seperti gorengan dapat meningkatkan risiko aterosklerosis biang penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Waspada, Diam-diam Ada Bahaya Kesehatan di Balik Kriuk-nya Kerupuk

2. Nikmati dalam porsi kecil

Ilustrasi ayam goreng.pixabay.com/Free-Photos Ilustrasi ayam goreng.
Mengontrol porsi makan merupakan pertimbangan penting dalam pengaturan pola makan.

Agar lebih sehat, hindari mengonsumsi ayam secara berlebihan. Pilih jenis paha bawah.

Jika Anda menginginkan bagian dada yang biasanya porsinya cukup besar, potong dada ayam menjadi dua bagian sekali makan.

Baca juga: Sayur Lodeh: Kandungan Gizi dan Variasi Resep

3. Hindari bagian kulit

Ilustrasi ayam goreng.SHUTTERSTOCK Ilustrasi ayam goreng.
Banyak orang mengidolakan bagian kulit saat menikmati sajian ayam goreng.

Namun, demi hidup sehat Anda perlu menghindari bagian kulit ayam goreng.

Menghilangkan kulit ayam dari menu makanan Anda bisa menghemat tumpukan kalori sebesar 37 persen dan 86 persen lemak jenuh.

Komposisi tersebut bisa berdampak besar untuk lingkar pinggang dan kesehatan jantung.

Dengan mencoba cara membuat ayam goreng lebih sehat di atas, Anda bisa memangkas jumlah kalori dalam ayam goreng yang dikonsumsi.

Apabila gaya hidup sehat ini menjadi kebiasaan, risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes bisa ditekan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.