Kompas.com - 16/05/2020, 20:02 WIB
. Getty Images/iStockphoto.

KOMPAS.com - Jerawat tidak hanya mengganggu area wajah dan punggung. Masalah kulit ini juga bisa muncul di area pribadi atau kemaluan.

Melansir The Healthy, jerawat di kemaluan bisa terjadi saat pori-pori di sekitar vagina atau penis tersumbat oleh kotoran dan bakteri.

Jerawat di kemaluan berbeda dengan benjolan seperti jerawat di sekitar kemaluan karena infeksi virus atau bakteri.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai jerawat di kemaluan pria.

Baca juga: Teh Basi Bisa Menghaluskan Kulit sampai Memperbesar Penis, Benarkah?

Beda benjolan karena jerawat, kutil, herpes, sipilis

Melansir Medical News Today, jerawat bisa muncul di kemaluan pria atau sekitar penis karena berbagai faktor.

Beberapa penyebab jerawat di kemaluan pria paling sering adalah:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Pakaian terlalu ketat
  • Kondisi sekitar penis lembab
  • Kering berlebihan
  • Infeksi setelah mencukur rambut kemaluan
  • Area kemaluan kotor
  • Kulit sekitar kemaluan berminyak

Baca juga: Berapa Lama Sperma Mampu Bertahan di Dalam Rahim?

Jerawat ini biasanya tampak seperti benjolan kecil bundar dengan bagian dasar berwarna merah.

Bagian ujung jerawat bisa berwarna putih atau hitam, tergantung jenis penyumbat biang jerawat. Beberapa jerawat juga mengandung nanah.

Jerawat ini kerap disalahartikan sebagai penyakit menular seksual yang ditandai dengan benjolan seperti kutil kelamin, herpes, dan sipilis.

Kutil kelamin biasanya berupa benjolan kecil berwarna putih di batang atau kepala penis. Ujung kutil berbentuk seperti kembang kol dengan ukuran bervariasi.

Sedangkan herpes karena virus dapat menyebabkan kulit di penis atau area kemaluan melepuh berwarna putih dengan dasar berwarna merah.

Luka herpes yang dapat menimbulkan rasa gatal bisa berair dan mengeras.

Sementara itu, infeksi bakteri dapat menyebabkan sipilis. Penyakit ini ditandai dengan kemunculan bisul putih atau merah tanpa rasa sakit di sekitar penis.

Baca juga: Ciri-ciri Sperma Sehat yang Mampu Membuahi Sel Telur

Cara mencegah jerawat di kemaluan pria

Propionibacterium acnes, bakteri pemicu jerawat.Kari Lounatmaa/Science Photo Library Propionibacterium acnes, bakteri pemicu jerawat.
Untuk mencegah jerawat di penis atau sekitar area kemaluan pria, ada beberapa hal yang perlu diupayakan. Antara lain:

  • Menjaga area intim tetap kering dan bebas lembab
  • Menggunakan pakaian longgar dengan bahan nyaman
  • Mandi secara teratur
  • Hindari menyentuh atau menggosok kulit yang berjerawat
  • Bersihkan tempat tidur dan ganti pakaian secara rutin

Perawatan medis khusus biasanya tidak diperlukan untuk mengatasi jerawat di kemaluan.

Di banyak kasus, jerawat di kemaluan dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Hal yang perlu diperhatikan, hindari memencet jerawat di kemaluan karena bisa menimbulkan luka jaringan parut permanen dan rentan memicu infeksi.

Penggunaan obat untuk mengatasi jerawat di kemaluan pria juga butuh kehati-hatian. Pasalnya, daerah sekitar penis sangat sensitif.

Baca juga: 4 Cara Memperbanyak Jumlah Sperma

Apakah jerawat di kemaluan bahaya?

Umumnya jerawat di kemaluan yang bukan tanda-tanda penyakit menular seksual tidak berbahaya.

Anda perlu berkonsultasi ke dokter apabila jerawat di kemaluan disertai gejala:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Kelenjar di pangkal paha membengkak
  • Ruam kulit atau iritasi
  • Timbul nyeri otot

Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter apabila jerawat di kemaluan tidak kunjung hilang setelah lebih dari satu minggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.