Kompas.com - 25/05/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi posisi yoga lotus asana Veles-StudioIlustrasi posisi yoga lotus asana

KOMPAS.com - Rutin melakukan yoga tak hanya membuat tubuh terasa bugar. Riset membuktikan, rutin yoga juga membantu mereka yang mengalami depresi.

Depresi bukan hal yang bisa kita sepelekan karena dampaknya bisa sangat fatal.

Menurut National Institute of Mental Health, depresi bisa berdampak buruk pada perasaan, pikiran.

Bahkan, depresi juga menganggu fungsi sehari-hari dan kondisi fisik penderitanya.

Depresi terkadang muncul bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan dan psikosis.

Menurut artikel di Journal of Affective Disorders, kuranganya aktivitas fisik bisa memicu depresi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bisakah Minum Kopi Saat Sedang jatuh Sakit?

Itu sebabnya, para ahli merekomendasikan kita untuk rutin berolahraga demi menjaga kondisi fisik dan mental kita.

Bahkan, riset dalam Journal of Psychiatric Research menunjukkan bahwa aktivitas fisik adalah pengobatan yang efektif untuk depresi.

Di sisi lain, riset dalam American Psychological Association juga membuktikan manfaat latihan mindfulness untuk mengobati kecemaan, depresi, dan berbagai gangguan suasana hati.

Manfaat yoga untuk penderita depresi

Yoga merupakan aktivitas yang melibatkan fisik dan praktik mindfulness. Oleh karena itu, latihan ini dinilai efektif untuk pengobatan depresi.

Riset yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine telah membuktikan manfaat yoga untuk mengatasi depresi.

Dalam riset tersebut, peneliti melibatkan orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang telah didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental.

Peserta dalam riset diminta untuk melakukan yoga yang mencakup minimal 50 persen gerakan fisik dalam setiap sesi yang berlangsung antara 20 hingga 90 menit.

Jenis yoga yang dilakukan peserta dalam riset adalah atha, Vinyasa, SVYASA, Kundalini, dan Kripalu.

Setelah melakukan analsisi data dari hasi uji coba, peneliti membuktikan bahwa yoga memiliki efek moderat dalam mengurangi gejala depresi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental.

Manfaat tersebut sangat terlihat pada penderita depresi dan skizofrenia. Peneliti juga membuktikan, orang yang lebih teratur melakukan yoga memiliki lebih banyak efek positif pada gejala depresi yang mereka miliki.

Baca juga: 3 Cara Jaga Berat Badan Usai Berpuasa

Manfaat lain yoga

Tak hanya meredakan gejala depresi, yoga juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan mental kita. Berikut manfaat yoga untuk kesehatan mental:

- Meredakan stres

Stres mneyebabkan lonjakan hormon adrenalin dan kortisol yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berlatih yoga secara teratur memiliki kadar kortisol yang rendah.

Riset juga menemukan berlatih yoga minimal tiga bulan dapat menurunkan kortisol dan stres yang dirasakan. Yoga juga terbukti mengurangi sitokin pro-inflamasi yang menyebabkan peradangan.

- Meredakan kecemasan

Riset 2010 menunjukkan yoga dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat kecemasan.

Menurut peneliti, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar zat kimia otak gamma-aminobutyric acid (GABA).

Aktivitas GABA cenderung lebih rendah pada orang dengan gangguan kecemasan dan suasana hati.

Kabar baiknya, aktivitas GABA bisa ditingkatkan dengan melakukan latihan yoga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Parafimosis
Parafimosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.