Kompas.com - 15/07/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi madu businessweek.comIlustrasi madu

Dengan mempertimbangkan risiko botulisme, para ahli menyarankan, bayi baru boleh diberi madu setelah satu set gigi seri pertamanya tumbuh sempurna.

Artinya, bayi boleh diberikan bagi bayi setelah usianya 1 tahun atau 12 bulan. Pada usia tersebut, pencernaan bayi sudah siap.

Risko botulisme paling tinggi terutama apabila madu diberikan untuk bayi 0-6 bulan. Pada usia ini, sistem daya tahan tubuh bayi belum sempurna.

Untuk memastikan kesiapan bayi diberi madu, pastikan Anda berkonsultasi kepada dokter.

Baca juga: Ibu Menyusui Minum Kopi, Apakah Berpengaruh pada Bayi?

Cara memberikan madu untuk anak

Setelah mengetahui kesiapan anak diberi madu, anak perlu diperkenalkan dengan madu secara bertahap.

Melansir Mom Junction, memperkenalkan anak dengan madu secara bertahap tujuannya untuk memeriksa kemungkinan reaksi alergi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, anak juga diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan rasa dan tekstur madu.

Caranya, mulai dengan memberikan sedikit tambahan madu ke makanan anak.

Para orangtua juga bisa menggunakan madu sebagai pengganti gula untuk asupan si kecil.

Hentikan memberikan madu pada anak apabila timbul efek samping seperti masalah pernapasan, lemah otot, dan sembelit.

Baca juga: MPASI Tunggal dan 4 Bintang, Mana yang Lebih Baik?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X