Kotoran Telinga Berwarna Hitam: Penyebab dan Cara Mengatasi

Kompas.com - 31/07/2020, 09:03 WIB
ilustrasi obat tetes telinga, membersihkan telinga Shutterstock/aleks333ilustrasi obat tetes telinga, membersihkan telinga

KOMPAS.com - Di balik kesan menjijikkan bagi sebagian orang, kotoran telinga bisa menjaga indra pendengaran agar tetap sehat.

Melansir Healthline, kotoran telinga membantu mencegah debu, kotoran, sampo, air, serangga, kuman, atau zat asing masuk ke kuping.

Manfaat kotoran telinga juga membantu menjaga keseimbangan asam untuk melindunginya dari infeksi.

Baca juga: Cara Membersihkan Telinga yang Aman

Serumen atau kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar di bagian luar saluran telinga. Serumen terdiri atas lemak, keringat, dan sel dari bagian dalam telinga.

Sebagian besar kotoran telinga umumnya berwarna kuning, agak basah, dan lengket. Namun, ada juga kondisi yang membuat kotoran telinga berwarna hitam.

Penyebab kotoran telinga berwarna hitam

Ilustrasi.shutterstock Ilustrasi.
Melansir Medical News Today, kotoran telinga secara alami akan menumpuk di saluran telinga.

Semakin lama menumpuk, warna serumen kuning bisa semakin gelap.

Seiring bertambahnya usia, kotoran telinga bisa menjadi lebih kering. Sehingga, proses membersihkan telinga secara alami jadi terganggu.

Akibatnya, kotoran telinga bisa menumpuk dan berubah warna dari kuning menjadi hitam.

Baca juga: Cara Mengeluarkan Hewan dari Dalam Telinga

Kendati jamak diidap orang berusia lanjut, namun kotoran telinga berwarna hitam juga bisa dialami siapa saja.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X