Kompas.com - 06/08/2020, 19:36 WIB
Ilustrasi vagina BarabasaIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Dinding bagian dalam vagina biasanya lembab atau terlumasi dengan lapisan cairan bening.

Vagina bisa tetap lembab atau terlumasi, elastis, dan sehat berkat peran hormon estrogen.

Namun, beberapa kondisi bisa membuat produksi hormon estrogen menurun. Salah satu dampaknya, muncul masalah vagina kering.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Vagina Terasa Gatal

Melansir Healthline, berkurangnya kelembaban vagina bisa menimbulkan rasa tak nyaman di area intim dan panggul wanita. Selain itu, pemilik vagina kering juga bisa merasakan:

  • Rasa panas di vagina
  • Tidak berminat pada seks
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Pendarahan ringan setelah berhubungan seksual
  • Nyeri pada vagina
  • Infeksi saluran kencing berulang
  • Vagina terasa perih dan gatal

Vagina kering merupakan kondisi yang banyak dialami wanita. Berikut penjelasan penyebab vagina kering dan cara mengatasinya.

Baca juga: Keluar Lendir Seperti Putih Telur dari Vagina, Normal atau Tidak?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebab vagina kering

Ilustrasi vaginashutterstock Ilustrasi vagina
Dilansir dari WebMD, vagina kering umumnya bagian dari gejala menopause.

Sebanyak sepertiga wanita mengalami vagina kering menjelang dan setelah menopause.

Selain vagina kering, perubahan yang disebabkan penurunan hormon estrogen tersebut juga bisa membuat vagina lebih tipis dan kurang elastis.

Penurunan kadar estrogen pada wanita tak hanya terjadi saat wanita menopause. Kadar estrogen juga bisa turun karena:

  • Melahirkan dan menyusui
  • Terapi radiasi dan kemoterapi untuk kanker
  • Operasi pengangkatan ovarium
  • Obat antiestrogen untuk mengobati fibroid rahim atau endometriosis

Baca juga: Infeksi Jamur pada Vagina: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Penyebab vagina kering lainnya yakni:

  • Penyakit autoimum sindrom sjögren yang menyerang sel penghasil kelembapan
  • Alergi dan efek samping obat flu
  • Efek samping obat antidepresan tertentu
  • Penggunaan cairan pembersih vagina tertentu
  • Kurang foreplay sebelum berhubungan seks

Apa pun penyebabnya, vagina kering bisa menimbulkan rasa sangat tidak nyaman bagi wanita dan perlu dicari solusinya.

Baca juga: Jerawat di Kemaluan Wanita: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Cara mengatasi vagina kering

Ilustrasi pelumasshutterstock Ilustrasi pelumas
Terdapat beberapa cara untuk mengatasi vagina kering. Salah satu yang paling praktis adalah menggunakan pelumas atau pelicin vagina.

Tak hanya mencegah vagina kering dan mengurangi rasa tak nyaman selama berhubungan seksual, pelumas vagina juga bisa mengurangi risiko infeksi menular seksual.

Wanita perlu cermat dalam memilih pelicin khusus vagina. Pilih yang berbahan dasar air, tidak mengandung pewangi, dan zat lain yang rentan memicu iritasi.

Di beberapa kasus, dokter juga jamak meresepkan terapi estrogen dalam bentuk pil, krim, atau cincin.

Karena banyak produk yang rentan mengiritasi vagina, pemilik kulit sensitif perlu berkonsultasi ke dokter untuk menentukan jenis produk pelumas vagina yang paling tepat.

Baca juga: Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat

Vagina kering yang hanya terjadi sesekali umumnya bukan masalah medis yang serius.

Namun, Anda perlu waspada dan berkonsultasi ke dokter jika vagina kering berlangsung berkepanjangan dan dibiarkan tanpa penanganan.

Kondisi tersebut bisa memicu timbulnya luka pada jaringan vagina disertai pendarahan.

Dokter umumnya akan memeriksa dinding vagina, menguji ada tidaknya bakteri berbahaya, dan melakukan tes hormon untuk melihat kadar estrogen.

Selain mencoba cara mengatasi vagina kering di atas, selama vagina bermasalah, hindari mencuci area intim dengan sabun atau cairan pembersih vagina.

Serta, hindari kondom dengan bahan nonoyxnol-9 (N-9) karena mengandung bahan kimia yang dapat membuat vagina makin kering.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
PENYAKIT
Nyeri Tumit
Nyeri Tumit
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.