Kompas.com - 18/08/2020, 18:04 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

KOMPAS.com - Halusinasi adalah pengalaman sensorik yang tampak nyata tetapi diciptakan oleh pikiran kita sendiri.

Kondisi ini bisa menganggu seluruh indera dalam tubuh. Ada berbagai hal yang bisa memicu seseorang mengalami halusinasi.

Berikut berbagai hal yang bisa memicu halusinasi:

- Gangguan mental

Gangguan kesehatan mental merupakan salah satu penyebab halusinasi yang umum terjadi.

Berbagai gangguan mental yang bisa memicu halusinasi antara lain skizofrenia, demensia, delirum dan sejenisnya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Halusinasi: Penyebab, Jenis, hingga Cara Mengatasinya
Halusinasi bisa menganggu seluruh indera dalam tubuh. Bagaimana cara mengatasinya?
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Mengenal Bipolar dan Penyebabnya

- Penggunaan zat tertentu

Penggunaan zat tetentu juga bisa memicu halusinasi. Contoh obat-obatan yang memicu halusinasi antara lain, kokain dan alkohol.

- Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa memicu halusinasi, terlebih jika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama.

- Efek obat

Obat-obatan tertentu untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dan fisik juga dapat menyebabkan halusinasi.

Obat yang umum menyebabkan halusinasi antara lain obat penyakit parkinson, depresi, psikosis, dan epilepsi.

Jenis halusinasi

Halusinasi dapat memengaruhi penglihatan, indra penciuman, perasa, pendengaran, atau sensasi tubuh.

Bedasarkan hal tersebut, halusinasi dibedakan menjadi kategori berikut:

1. Halusinasi visual

Halusinasi visual melibatkan indera penglihatan yang membuat penderitanya melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
Halusinasi bisa berupa objek, pola visual, orang, atau cahaya.

Misalnya, kita melihat seseorang yang tidak ada di ruangan atau lampu berkedip yang tidak dapat dilihat orang lain.

2. Halusinasi penciuman

Halusinasi penciuman melibatkan indra penciuman, yang membuat penderitanya mencium aroma yang tidak dirasakan orang lain.

Baca juga: Berenang Bisa Jadi Metode Atasi Depresi, Kok Bisa?

3. Halusinasi pendengaran

Halusinasi pendengaran adalah salah satu jenis halusinasi yang paling umum.

Kondisi ini membuat penderitanya mendengar suara-suara aneh seperti bisikan untuk melakukan suatu hal.

4. Halusinasi sentuhan

Jenis halusinasi ini melibatkan perasaan sentuhan atau gerakan di tubuh.

Misalnya, kita merasa serangga merayap di kulit atau organ dalam tubuh yang bergerak-gerak.

Halusinasi ini juga bisa membuat penderitanya merasakan imajinasi sentuhan tangan seseorang di tubuhnya.

5.Halusinasi gustatory

Jenis halusinasi ini mirip dengan halusinasi penciuman, tetapi melibatkan indra perasa.

Kondisi ini membuat penderitanya seringkali merasa aneh atau tidak menyenangkan. Biasanya, halusinasi ini seringkali dialami penderita epilepsi.

Cara mengatasi

Halusinasi hanya bisa ditangani dengan bantuan ahli. Biasanya, perawatan untuk halusinasi bergantung pada penyebab utamanya.

Misalnya, jika halusinasi terjadi karena konsumsi alkohol yang terlalu banyak, dokter bisa meresepkan obat yang membantu menenangkan sistem saraf.

Selain itu, halusinasi juga bisa diatasi dengan bantuan terapi konseling. Biasanya, metode ini digunakan untuk halusinasi yang disebabkan oleh gangguan kesehatan mental.

Konseling diguakan agar pasien bisa memahami dengan baik apa yang terjadi dengan dirinya dan mengembangan strategi penanganan yang tepat, terutama saat merasa takut atau paranoid.

 


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.