Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/08/2020, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Garam telah menjadi bagian yang sangat sulit dipisahkan dari kehidupan banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika selama ini banyak ditemukan kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di sejumlah daerah.

Kondisi itu salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi garam berlebih.

Baca juga: 11 Tanaman Herbal untuk Menurunkan Darah Tinggi

Ketika mangasup garam terlalu banyak, seseorang dapat meningkatkan jumlah natrium dalam sel.

Kelebihan natrium juga dapat mengganggu keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Ketika cairan masuk ke dalam sel, maka kondisi ini dapat mengecilkan diameter pembuluh darah arteri.

Alhasil, jantung perlu memompa darah lebih kuat. Ketika hal itu terjadi, maka dapat meningkatnya tekanan darah.

Sayangnya, saat tekanan darah naik, seseorang menjadi lebih berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

Selain itu, darah tinggi bisa menyebabkan penyakit ginjal kronis, sehingga patut diwaspadai.

Bahaya kekurangan garam

Di sisi lain, kekurangan natrium juga dapat membahayakan tubuh.

Terlalu sedikit asupan garam di dalam tubuh bisa memicu munculnya penyakit tertentu.

Pasalnya, tubuh manusia pada dasarnya tetap memerlukan asupan natrium dari garam.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

Mengurangi asupan garam secara frontal bisa membuat kandungan natrium dalam sel rendah.

Dengan begitu, fungsi natrium dalam menahan cairan pada sel bisa terganggu.

Ketika nilai osmotik cairan ekstraseluler turun, dapat mengakibatkan tergganggunya pengaturan suhu tubuh, kejang otot, kelelahan, kelesuan, mual, muntah, pusing, hingga lemah.

Oleh sebab itu, konsumsi garam harus dilakukan secara tepat.

Lalu, berapa idealnya batas konsumsi garam setiap hari agar tubuh tidak kelebihan dan kekurangan natrium?

Batas aman konsumsi garam

Sesuai dengan Permenkes No.30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg natrium per orang per hari.

Jumlah itu setara dengan garam 1 sendok teh atau 5 gram bahan.

Baca juga: Tak Bisa Asal Manis, Berapa Idealnya Batas Konsumsi Gula Per Hari?

Kebutuhan natrium pada masing-masing orang memang dapat berbeda, tergantung usia dan faktor risiko.

Angka 2.000 mg natrium kiranya bisa digunakan sebagai ambang batas atas konsumsi garam per hari.

Berikut ini adalah jumlah kebutuhan natrium harian yang disarankan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik (PMK) Indonesia No. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia:

Bayi/anak

  • 0-5 bulan: 120 mg
  • 6-11 bulan: 370 mg
  • 1-3 tahun: 800 mg
  • 4-6 tahun: 900 mg
  • 7-9 tahun: 1.000 mg

Laki-laki

  • 10-12 tahun: 1.300 mg
  • 13-15 tahun: 1.500 mg
  • 16-18 tahun: 1.700 mg
  • 19-29 tahun: 1.500 mg
  • 30-49 tahun: 1.500 mg
  • 50-64 tahun: 1.300 mg
  • 65-80 tahun: 1.100 mg
  • 80+ tahun: 1.000 mg

Perempuan

  • 10-12 tahun: 1.400 mg
  • 13-15 tahun: 1.500 mg
  • 16-18 tahun: 1.600 mg
  • 19-29 tahun: 1.500 mg
  • 30-49 tahun: 1.500 mg
  • 50-64 tahun: 1.400 mg
  • 65-80 tahun: 1.200 mg
  • 80+ tahun: 1.000 mg

Hamil

  • Trimester 1: +0 mg
  • Trimester 2: +0 mg
  • Trimester 3: +0 mg

Menyusui

  • 6 Bulan pertama: +0 mg
  • 6 Bulan kedua: +0 mg

Pemenuhan natrium pada bayi 0-6 bulan tak boleh lewat pemberian garam, melainkan harus bersumber dari air susu ibu (ASI) ekskusif.

Baca juga: 15 Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Atasi Hipertensi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tak merekomendasikan pemberian garam kepada anak yang masih berada pada periode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), yakni usia 6-24 bulan.

Pasalnya, anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam berisiko lebih besar mengalami gangguan fungsi ginjal, obesitas, hingga hipertensi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+