Kompas.com - 20/09/2020, 19:35 WIB
ilustrasi kulit ayam goreng Shutterstock/puttographyilustrasi kulit ayam goreng

KOMPAS.com - Kulit ayam goreng atau kulit ayam crispy menjadi hidangan favorit bagi sebagian orang.

Selain memiliki tekstur yang renyah, cita rasa kulit ayam goreng yang gurih menjadi daya tarik buat. sebagian orang.

Kulit ayam goreng jamak disajikan sebagai camilan atau lauk sebagai teman makan nasi.

Di balik kelezatan kulit ayam goreng yang gurih dan renyah, makanan ini ternyata termasuk hidangan tinggi kalori.

Baca juga: Berapa Kalori Gorengan seperti Tahu Isi, Tempe, Bakwan, Pisang Goreng?

Lemak kulit ayam goreng

Selama ini, sebagian orang khawatir makan kulit ayam goreng karena kandungan lemaknya yang bisa meningkatkan kadar kolesterol.

Dilansir dari Fitday, kulit ayam memiliki dua jenis lemak, yakni lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), dalam satu ons (28 gram) kulit ayam, komposisi lemak jenuhnya sebanyak tiga gram dan lemak tak jenuhnya sebanyak delapan gram.

Kendati komposisi lemak tak jenuh atau lemak baiknya lebih tinggi, namun kulit ayam tetap mengandung lemak jenuh yang bisa berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: Kalori Telur Rebus, Ceplok, Orak-arik, Mana yang Paling Sehat?

Terlebih jika cara memasak kulit ayam menggunakan teknik digoreng atau dimasak dengan banyak minyak (deep fry) di suhu tinggi.

Melansir Healthline, gorengan termasuk makanan yang banyak mengandung lemak trans.

Lemak trans dapat membahayakan kesehatan karena memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang tinggi, serta minimnya kolesterol baik dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes.

Baca juga: Bersih-bersih Rumah Bisa Bakar Lebih Banyak Kalori, Begini Caranya

Kalori kulit ayam goreng

ilustrasi kulit ayam gorengShutterstock/kariphoto ilustrasi kulit ayam goreng
Selain mempertimbangkan lemak jenuh dan lemak trans, kalori kulit ayam goreng juga perlu diperhatikan.

Sebagai gambaran, dada ayam tanpa kulit (196 gram) mengandung 284 kalori. Komposisi kalorinya 80 persen terdiri atas protein dan 20 persen lainnya berasal dari lemak.

Jumlah kalorinya jadi melonjak saat diberi kulit. Satu potong dada ayam dengan kulit memiliki 386 kalori. Komposisi kalori antara protein dan lemak tersebut jadi sebanding atau 1:1.

Lantas, berapa kalori kulit ayam goreng yang renyah dan gurih?

Melansir MyFitnessPal, setiap porsi kulit ayam goreng (56 gram) memiliki 254 kalori.

Komposisi kalori kulit ayam goreng juga berubah drastis, sebanyak 82 persen kalorinya berasal dari lemak, dan 11 persen kalorinya berasal dari protein.

Baca juga: 5 Posisi Bercinta untuk Bakar Kalori Lebih Banyak

Butuh olahraga setidaknya 30 menit

Agar tidak menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan, tingginya kalori kulit goreng ayam renyah dan gurih butuh diimbangi kompensasi olahraga.

Untuk membakar 254 kalori kulit ayam goreng seberat 56 gram, seseorang setidaknya perlu berolahraga dengan intensitas ringan selama 30 menit. Berikut perinciannya:

  • Bersepeda selama 39 menit
  • Lari selama 26 menit
  • Membersihkan rumah selama 1,5 jam

Bagi Anda yang sedang mengontrol berat badan, diet rendah kolesterol dan lemak, ada baiknya menimbang ulang rencana mengudap atau makan kulit goreng renyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.