3 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Asam Lambung Kambuh

Kompas.com - 04/10/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD
  • Merokok (meningkatkan asam lambung dan mengganggu fungsi klep antara kerongkongan dengan lambung)
  • Konsumsi kafein dan makanan berlemak secara berlebihan
  • Konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Konsumsi obat tertentu, seperti aspirin
  • Kehamilan
  • Gangguan jaringan ikat, seperti sklerodema
  • Pengosongan perut tertunda
  • Bagian atas perut menggembung hingga ke diagfragma (hernia henital)
  • Psikologis, di mana orang yang mudah cemas atau panic attack berisiko mengalami produksi asam lambung berlebihan atau bisa juga akibat stres

Hal yang harus dilakukan ketika asam lambung naik

Naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

  • Rasa terbakar di dada
  • Nyeri dada
  • Rasa tidak nyaman saat menelan makanan
  • Rasa asam di mulut
  • Merasa sesak seperti asma
  • Rasa perih di perut
  • Terkadang menyebabkan sakit kepala

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Kepala Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Saat asam lambung menyerang, jaringan di sepanjang dinding kerongkongan dapat teriritasi oleh asam lambung.

Kondisi inilah yang dapat menyebabkan sensasi panas dan nyeri di dada atau biasa disebut dengan istilah heartburn.

Ketika asam lambung kambuh, beberapa hal berikut baik dilakukan:

1. Bersikap tenang

Bersikap tenang adalah hal pertama yang perlu dilakukan ketika mengalami gejala- gejala asam lambung.

Perlu diingat, stres sendiri dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperparah kondisi.

Melansir Health Line, sebuah studi pada 2009 mengamati survei kesehatan terhadap lebih dari 40.000 orang Norwegia dan menemukan bahwa orang yang melaporkan stres terkait pekerjaan secara signifikan lebih berisiko mengalami gejala GERD.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi GERD dengan Perubahan Gaya Hidup, Obat, dan Operasi

Orang yang mengatakan bahwa mereka memiliki kepuasan kerja yang rendah memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami GERD dibandingkan dengan mereka yang melaporkan kepuasan kerja yang tinggi.

Sebuah studi yang lebih baru, yang diterbitkan di Internal Medicine, mewawancarai 12.653 orang dengan GERD dan menemukan bahwa hampir setengahnya melaporkan stres sebagai faktor terbesar yang memperburuk gejala, bahkan saat dalam pengobatan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X