Memahami Cara Kerja Antibiotik dalam Membasmi Infeksi Bakteri

Kompas.com - 19/10/2020, 09:06 WIB
Ilustrasi antibiotik Ilustrasi antibiotik

KOMPAS.com - Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri.

Itu sebabnya, obat ini juga dikenal dengan nama antibakteri.

Antibiotik pertamakali digunakan pada tahun 1936. Sebelum ditemukannya obat ini, infeksi bakteri menjadi penyumbang 30 persen kematian di dunia.

Hingga saat ini antibiotik masih digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, mulai dari infeksi ringan hingga akut.

Jenis obat ini diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti tablet, kapsul, cairan, krim, dan salep.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh saat Kita Tidur

Cara kerja antibiotik

Antibiotik melawan infeksi bakteri baik dengan membunuh bakteri atau memperlambat dan menunda pertumbuhannya.

Biasanya, hal ini dilakukan dengan mekanisme berikut:

  • menyerang dinding atau melapisi bakteri di sekitarnya
  • mengganggu reproduksi bakteri
  • menghalangi produksi protein pada bakteri.

Antibiotik akan bekerja secara langsung usai kita meminumnya.

Namun, hasilnyaakan terasa selama dua hingga tiga hari. Efek antibiotik akan terasa tergantung pada jenis infeksi yang dialami.

Umumnya, antibiotik harus diminum selama tujuh hingga 14 hari.Namun, ada pula yang membutuhkan waktu lebih singkat.

Untuk mencegah efek samping dan mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya ikuti saran dokter dalam mengonsumsinya.

Resistensi antibiotik

Antibiotik adalah obat yang bekerja efektif untuk jenis penyakit tertentu. Namun, beberapa antibiotik yang saat ini beredar sudah mulai berkurang efektivitasnya karena adanya peningkatan resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri tidak dapat lagi dikendalikan atau dimatikan oleh antibiotik tertentu.

Hal ini membuat manfaat antibiotik tak lagi bisa bekerja untuk mengatasi kondisi tertentu.

Saat kita minum antibiotik, bakteri yang sensitif terhadap kandungan antibiotik tersebut akan dieliminasi.

Bakteri yang bertahan selama pengobatan antibiotik seringkali kebal terhadap antibiotik tersebut.

Biasanya, bakteri yang kebal terhadap antibiotik memiliki karakteristik unik yang mencegah pengaruh efek antibitoik pada tubuh bakteri.

Baca juga: Memahami Tanda Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya

Efek samping antibiotik

Seperti kebanyakan obat lainnya, antibiotik dapat menyebabkan efek samping.

Efek samping yang ditimbulkan bisa berdampak ringan hingga mengancam jiwa.

Pada orang dengan kondisi tertentu - seperti bayi, orang tua, penderita penyakit ginjal atau hati, wanita hamil atau menyusui, dosis antibiotik mungkin perlu disesuaikan berdasarkan kondisi tubuh.

Selain itu, beberapa jenis obat juga bisa berinteraksi dengan antibiotik. Itu sebabnya, penggunaan antibiotik tidak bisa sembarangan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X