Kompas.com - 31/10/2020, 09:03 WIB

Jumlah dopamin yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko delusi, mania, halusinasi, kegemukan, kecanduan, dan skizofrenia.

Bagaimana mengatasinya?

Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi efek samping dopamin adalah dengan melakukan detoks dopamin.

Detoks dopamin juga dikenal dengan nama puasa dopamin. Teknik ini diciptakan oleh psikiater dari California, Dr Cameron Sepah.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, ia mengatakan detoks dopamin juga penting dilakukan karena dopamin bisa memicu kecanduan.

Sayangnya, banyak orang tak menyadari hal itu karena aliran dopamin yang tinggi memang bisa memicu kesenangan meski hanya sementara.

Seperti apa detoks dopamin?

Dalam kehidupan modern, banyak orang tak bisa lepas dari teknologi, salah satunya ponsel.

Setiap kali ponsel berbunyi kita akan langsung menanggapinya. Bahkan tanpa sadar, kebiasaan tersebut seringkali mengganggu produktivitas dan hubungan dengan orang terdekat.

Tanpa kita sadari, adanya notifikasi pada ponsel bisa memicu produksi dopamin di otak. Hal ini membuat kita merasa mendapatkan kesenangan ketika ponsel berbunyi.

Pada akhirnya, kita menjadi leboh fokus ke ponsel dan melupakan pekerjaan atau kewajiban kita.

Baca juga: Memahami Tanda Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya

Detoks dopamin bisa menjadi salah satu terapi perilaku kognitif, dimana kita bisa menghilangkan dominasi rangsangan tak sehat, seperti notifikasi ponsel, yang kerap menyertai kehidupan modern.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.