Kompas.com - 09/11/2020, 14:02 WIB
Ilustrasi anak-anak makan buah quora.comIlustrasi anak-anak makan buah

KOMPAS.com - Jika Anda menemukan bahwa anak Anda memiliki bau mulut, yakinlah Anda tidak sendirian.

Bau mulut (halitosis) sering terjadi pada anak-anak, termasuk usia bayi di bawah lima tahun (balita).

Banyak masalah berbeda yang dapat menyebabkan bau mulut pada anak.

Baca juga: 17 Penyebab Gusi Berdarah dan Cara Mengatasinya

Apa pun penyebabnya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut pada anak.

Berikut ini adalah beragam hal yang bisa menjadi penyebab bau mulut pada anak yang bisa terjadi:

1. Kondisi mulut kurang bersih

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulut manusia pada dasarnya adalah tempat yang penuh dengan bakteri.

Melansir Health Line, kebanyakan ahli berpikir bau mulut dapat disebabkan oleh produk metabolisme bakteri, seperti sulfur, asam lemak yang mudah menguap, dan bahan kimia lainnya, seperti putrescine dan cadaverine.

Sumber utama bakteri ini adalah lidah, terutama lidah dalam kondisi kurang bersih.

Kuman penyebab bau mulut tersebut juga bisa ditemukan di antara gigi dan gusi (area periodontal).

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Menyikat atau membersihkan lidah, terutama bagian belakang lidah, dapat membantu mengurangi bau mulut pada orang dewasa.

Meskipun belum ada penelitian tentang anak, menyikat lidah tentunya merupakan perawatan bebas risiko yang dapat Anda coba di rumah.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Merawat Gigi Susu pada Anak

Obat kumur, terutama yang mengandung seng, juga dapat mengurangi bau mulut pada orang dewasa.

Tapi sekali lagi, belum ada penelitian yang dilakukan pada anak atau balita, yang mungkin tidak bisa berkumur dan meludah sebagai obat kumur.

Yang jelas, mengunjungi dokter gigi mulai usia 1 tahun, untuk pembersihan dan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah kesehatan gigi yang buruk dan kerusakan gigi, yang dapat menyebabkan bau mulut.

2. Kondisi hidung

Sinusitis kronis bisa menjadi penyebab bau mulut pada anak maupun balita.

Anak-anak dengan kondisi ini hampir selalu memiliki tanda atau gejala lain, seperti:

  • Hidung meler yang berkepanjangan
  • Batuk
  • Obstruksi hidung
  • Nyeri wajah

Baca juga: 10 Gejala Tipes pada Anak dan Cara Mengobatinya

Selain itu, benda asing yang menempel di hidung, seperti manik-manik atau potongan makanan, biasa terjadi pada kelompok anak-anak.

Hal ini juga bisa menyebabkan bau mulut tak sedap.

Jika demikian, anak biasanya juga mengeluarkan cairan yang berbau busuk, dan seringkali berwarna hijau dari hidung (seringkali hanya dari satu lubang hidung).

Dalam kasus ini, baunya mungkin luar biasa dan cepat memburuk.

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Jika menurut Anda anak Anda menderita sinusitis dan perkembangannya cukup baru, Anda dapat mencoba untuk menunggu dulu.

Membuat anak Anda minum banyak air dan membuang ingus dapat membantu lebih cepat baik.

Tetapi jika Anda telah mencoba metode ini tanpa hasil, lebih baik segera temui dokter anak.

Terkadang antibiotik mungkin diperlukan untuk mengatasi sinusitis kronis.

Baca juga: 8 Penyebab Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Begitu juga jika Anda merasa ada benda asing di hidung anak Anda, lebih baik segera hubungi dokter anak.

Pada saat mencapai titik bau mulut dan keluarnya cairan berwarna hijau, benda tersebut sekarang mungkin dikelilingi oleh jaringan hidung yang bengkak.

Benda ini mungkin sulit untuk dilepas secara mandiri di rumah.

Dokter anak mungkin dapat mengeluarkannya di ruang periksa atau merujuk Anda ke dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT).

3. Gastrointestinal

Penyebab gastrointestinal (GI) bau mulut pada anak tidak sesering penyebab lainnya, tetapi perlu dipertimbangkan jika ada keluhan GI lainnya.

Jika anak Anda menderita bau mulut kronis serta sakit perut, mual, muntah, atau mulas, maka penyakit gastroesophageal reflux (GERD) adalah penyebabnya.

Dalam kondisi ini, asam lambung akan refluks atau naik ke kerongkongan dan sering kali sampai ke tenggorokan atau mulut.

Baca juga: 9 Makanan Penurun Asam Lambung yang Baik Dikonsumsi

Dalam beberapa kasus, asam lambung bahkan bisa keluar dari mulut.

Orang tua mungkin lebih akrab dengan GERD, tetapi kondisi ini bisa juga terjadi pada anak-anak.

Infeksi Helicobacter pylori, sejenis bakteri yang dapat menginfeksi lambung dan terkadang menimbulkan gejala yang tidak menyenangkan, merupakan penyakit lain yang dapat menyebabkan bau mulut.

Biasanya, konsisi ini terjadi bersamaan dengan keluhan gastrointestinal lainnya yang jelas, seperti sakit perut, mual, muntah, atau bersendawa.

Infeksi H. pylori yang menyebabkan gejala lebih sering terjadi pada anak-anak dan lansia, tetapi kadang-kadang dapat terlihat pada balita.

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Masalah gastrointestinal biasanya memerlukan perawatan oleh dokter.

Obat sering diresepkan untuk kondisi ini, tetapi anak Anda mungkin memerlukan pengujian lebih lanjut untuk menentukan apakah GERD atau H. pylori yang menjadi penyebab masalahnya.

Jika anak Anda memiliki gejala gastrointestinal yang sering atau kronis disertai dengan bau mulut, jangan ragu untuk segera bicarakan dengan dokter anak.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Mag dengan Kunyit

4. Bernapas lewat mulut

Anak-anak yang bernapas melalui mulut saat tidur memiliki kemungkinan lebih besar mengalami bau mulut dibandingkan anak-anak yang tidak bernapas melalui mulut.

Pernapasan mulut dapat mengeringkan mukosa mulut, menyebabkan penurunan aliran air liur.

Kondisi ini bisa menghasilkan pelepasan bakteri berbau busuk di mulut.

Selain itu, jika anak Anda meminum apa pun selain air dari botol pada malam hari, hal ini dapat memperburuk masalahnya.

Ada banyak alasan mengapa anak-anak hanya bernapas melalui mulut, mulai dari hidung tersumbat akibat alergi hingga kelenjar gondok besar yang menghalangi jalan napas mereka.

Baca juga: Benarkah Mendengkur Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung?

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Sikatlah gigi anak Anda sebelum tidur, lalu berikan air saja atau ASI jika mereka masih menyusui di malam hari hingga pagi.

Jika anak Anda terus-menerus bernapas melalui mulut, mintalah bantuan dokter.

Hal itu dikarenakan, ada banyak penyebab pernapasan melalui mulut yang beberapa di antaranya memerlukan perhatian medis.

Dokter harus memeriksa anak Anda untuk menyingkirkan masalah serius.

5. Nutrisi atau pola makan

Melansir laman Raising Children, terkadang, bau mulut anak Anda tidak ada hubungannya dengan aktivitas mikroba.

Makanan dan sayuran tertentu seperti bawang putih, bawang bombay, dan rempah-rempah yang kuat dapat menimbulkan bau mulut tidak sedap.

Saat anak Anda mencerna dan menyerap makanan ini, molekul bau memasuki aliran darah dan dikeluarkan secara bertahap melalui paru-paru dan pernapasan.

Makanan berprotein tinggi seperti daging merah, ikan, dan keju bahkan bisa memperburuk bau mulut.

Baca juga: 17 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Jika napas anak Anda menjadi tak tertahankan, pertimbangkan untuk membatasi beberapa makanan bau ini.

6. Penyebab lainnya

Meski jarang terjadi, kondisi medis serius seperti penyakit paru-paru, diabetes tipe-1 dan diabetes tipe-2 pada kenyataannya tetap saja bisa menjadi penyebab bau mulut pada anak.

Masalah ginjal atau hati juga dapat menyebabkan bau mulut pada anak, tetapi ini juga jarang terjadi.

Bagaimana cara mengatasi bau mulut pada anak ini?

Jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki riwayat penyakit paru-paru, diabetes, penyakit ginjal, maupun penyakit hati, lebih baik beri tahu dokter saat memeriksakan anak.

Pasalnya, hal itu bisa memperbesar peluang anak mengalami penyakit serupa yang salah satunya bisa ditandai dengan gejala bau mulut.

Untuk mengatasi bau mulut karena kondisi medis ini, diperlukan penanganan pada faktor penyebabnya.

Baca juga: 3 Penyebab Obesitas pada Anak dan Cara Mengatasinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.