Kompas.com - 08/12/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi menambahkan garam webphotographeerIlustrasi menambahkan garam

Lebih dari itu, tubuh kita membutuhkan garam dalam jumlah yang cukup agar bisa bekerja dengan optimal. Berikut beberapa fungsi garam untuk tubuh kita:

  • Membantu kinerja tiroid yang mengontrol metabolisme seluruh tubuh
  • Menjaga tingkat hidrasi dan keseimbangan elektrolit agar setiap organ berfungsi dengan baik
  • Menjaga kestabilan tekanan darah

Kendati manfaat garam untuk kesehatan sangat penting, namun konsumsi garam harus cukup atau sesuai takaran batas aman.

Baca juga: 5 Manfaat Kumur dengan Air Garam yang Sayang Dilewatkan

Batas aman konsumsi garam per hari

Garam juga kerap disebut natrium atau sodium. Namun patokan perhitungan keduanya berbeda.

Sebanyak 1 gram atau 1.000 miligran natrium, setara dengan 2,5 gram garam.

Sejumlah organisasi kesehatan memiliki standar berbeda-beda terkait batas aman konsumsi garam per hari.

Kementerian Kesehatan menyarankan, batas aman konsumsi garam per hari bagi orang dewasa dengan kondisi fisik sehat adalah 1 sendok teh garam, setara 5 gram garam, atau 2.000 miligram natrium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pastikan konsumsi garam atau natrium setiap hari tidak melebihi batas aman.

Kelebihan atau kekurangan garam bisa sama-sama berdampak negatif bagi tubuh.

Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Garam Berlebihan Lemahkan Daya Tahan Tubuh

Bahaya kekurangan dan kelebihan garam

Beberapa penelitian menunjukkan, kekurangan garam atau diet rendah garam bisa berbahaya bagi tubuh. Efek kekurangan garam di antaranya:

  • Meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida
  • Meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung
  • Meningkatkan risiko kematian pada penderita gagal jantung
  • Meningkatkan resistensi insulin

Namun faktanya, selama ini lebih banyak orang yang kelebihan garam ketimbang kekurangan garam. Bahaya konsumsi garam berlebihan di antaranya:

  • Meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal
  • Lebih berisiko terkena osteoporosis
  • Meningkatkan risiko kanker perut

Baca juga: Beda dengan Garam Dapur, Ini Segudang Manfaat Garam Epsom

Hal yang perlu diingat, konsumsi garam yang dihitung tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan ke dalam bumbu masakan saja.

Segala bentuk makanan olahan, makanan beku, dan makanan berpengawet bisa dipastikan tinggi garam.

Selain itu, saus, makanan siap saji, sampai sereal juga termasuk makanan tinggi garam.

Agar konsumsi garam tidak berlebihan dan berdampak buruk bagi kesehatan, batasi konsumsi makanan olahan, beku, berpengawet, sampai siap saji.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X