Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2020, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Pernakah Anda merasa sakit di bagian leher setelah bangun dari tidur?

Jika pernah, bisa jadi hal itu karena bantal atau posisi tidur kita yang keliru.

Menurut chiropraktor dari Cleveland Clinic, Andrew Bang, jenis bantal dan cara kita memposisikan diri menjelang tidur juga bisa memengaruhi kondisi tubuh saat bangun.

"Memilih bantal yang tepat, menghilangkan beberapa kebiasaan tidur yang buruk, dan mengetahui cara terbaik untuk memposisikan diri di tempat tidur bisa membantu meningkatkan kualitas tidur kita," ucapnya.

Baca juga: 4 Cara Tetap Bugar dan Sehat di Usia Tua

Penyebab sakit leher

Sakit leher bisa terjadi karena kebiasaan yang buruk, seperti membungkuk saat duduk atau postur tubuh keliru saat berjalan.

Apalagi, kebiasaan bermain ponsel atau komputer juga bisa memengaruhi kondisi leher.

"Tidur dengan posisi dagu ke dada dapat membuat otot leher tegang karena sebagian besar aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan cara itu," ucap Bang.

Selain itu, tidur miring dengan kepala ditekuk atau tidur tengkurap dengan kepala miring juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Menurut laporan Harvard Medical School, ada dua posisi tidur terbaik untuk mencegah sakit leher, yaitu tidur miring dan telentang.

- Tidur telentang

Jika memilih posisi tidur telentang, pilih bantal berbentuk bulat untuk menopang lekuk alami leher.Gunakan pula bantal yang lebih rata sebagai bantalam kepala.

Hindari penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau kaku agar leher tidak tertekuk dan memicu nyeri.

- Tidur miring

Jika memilih tidur miring, jaga agar tulang belakang tetap lurus dengan menggunakan bantal yang tinggi atau padat agar posisi leher dan kepala sejajar.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah sakit leher adalah memilih bantal yang tepat untuk tidur.

Baca juga: Herpes pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Posisi tidur yang harus dihindari

Hindari tidur dalam posisi tengkurang karena membuat punggung melengkung dan leher miring ke samping.

Selain memicu sakit leher, tidur telentang juga bisa memicu ketegangan di area tulang belakang.

Tulang belakang adalah saluran saraf. Tekanan di area tersebut bisa memicu rasa sakit di sekujur tubuh. Alhasil, kita juga bisa mengalami kesemutan dan mati rasa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com