Kompas.com - 24/12/2020, 08:06 WIB

Nada suara Anda dihasilkan dari pergerakan otot krikotiroid (CT).

Seperti otot lainnya, otot CT paling baik digunakan secara perlahan, hati-hati, dan dengan pelatihan.

Jika digunakan terlalu tiba-tiba atau tanpa pemanasan, otot bisa mengencang dan sulit digerakkan.

Khususnya otot CT, jika Anda mencoba menaikkan atau menurunkan nada secara agresif, atau bahkan menaikkan atau menurunkan volume tanpa melakukan beberapa latihan vokal, otot laring dapat mengencang, mengendur, mengembang, atau menyusut terlalu cepat.

Ini membuat suara Anda pecah saat otot CT bergerak cepat mencoba transisi antara nada atau volume tinggi dan rendah.

Baca juga: 9 Cara Menghilangkan Bibir Hitam Secara Alami

3. Luka pita suara

Berbicara, bernyanyi, atau berteriak dalam jangka waktu yang lama dapat mengiritasi pita suara Anda dan bahkan merusak jaringan ini hingga mengakibatkan cedera yang dikenal sebagai lesi.

Saat lesi ini sembuh, jaringan vokal mengeras, meninggalkan area kapalan yang dikenal sebagai nodul.

Lesi juga bisa disebabkan oleh refluks asam, alergi, atau infeksi sinus.

Nodul dapat memengaruhi fleksibilitas dan ukuran pita suara Anda.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.