Kompas.com - 26/12/2020, 14:07 WIB

KOMPAS.com - Palpitasi jantung adalah sensasi ketika jantung berdetak dengan kencang atau menambahkan detak ekstra.

Ketika mengalami palpitasi jantung, seseorang mungkin menjadi terlalu sadar akan detak jantunnya.

Sensasi ini bisa dirasakan di leher, tenggorokan, atau dada.

Baca juga: Cara Hitung Denyut Nadi Saat Olahraga untuk Cegah Serangan Jantung

Irama jantung mungkin berubah selama seseorang mengalami palpitasi.

Melansir Health Line, beberapa jenis palpitasi jantung tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Namun dalam kasus lain, palpitasi jantung bisa menandakan kondisi yang lebih serius.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Oleh sebab itu, jika Anda mengelami palpitasi jantung, akan lebih baik segera menemui dokter.

Apalagi, jika palpitasi jantung datang dengan kondisi berikut:

  • Sesak napas
  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Pingsan
  • Keringat berlebih
  • Nyeri di lengan, leher, dada, rahang, atau punggung atas
  • Denyut nadi istirahat lebih dari 100 denyut per menit

Ini bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius.

Penyebab palpitasi jantung

Merangkum WebMD, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab palpitasi janting.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.