Kompas.com - 06/04/2021, 16:04 WIB

KOMPAS.com - Seorang wanita dapat mengembangkan tekanan darah tinggi atau hipertensi kapan saja selama kehamilan.

Sama seperti pada kebanyakan orang, kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil ini juga tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Dampak darah tinggi pada ibu hamil bahkan bisa dikatakan lebih besar ketimbang pada orang umum.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Ibu Hamil?

Ini karena jika tidak ditangani, hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius bagi ibu sendiri, bayi yang dikandung, atau keduanya.

Tapi untungnya, dalam kebanyakan kasus, hipertensi pada ibu hamil dapat diobati atau ditangani.

Meski demikian, tentu akan lebih baik jika kejadian hipertensi pada ibu hamil dapat dicegah sedari awal, bukan?

Maka kenali beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab darah tinggi pada ibu hamil untuk dapat diantisipasi atau dihindari.

Penyebab darah tinggi pada ibu hamil

Merangkum Health Line, ada beberapa beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab darah tinggi pada ibu hamil.

Ini mungkin termasuk:

  1. Kelebihan berat badan atau obesitas
  2. Tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup
  3. Merokok
  4. Minum alkohol
  5. Kehamilan pertama kali, di mana kemungkinan terjadinya darah tinggi cenderung akan lebih rendah pada kehamilan berikutnya
  6. Memiliki riwayat hipertensi sebelum kehamilan
  7. Memiliki riwayat keluarga hipertensi terkait kehamilan
  8. Mengandung anak kembar karena tubuh bekerja lebih keras untuk memberi makan lebih dari satu bayi
  9. Usia lebih dari 35 tahun
  10. Penggunaan teknologi alat bantu reproduksi, seperti in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung
  11. Menderita diabetes atau penyakit autoimun tertentu

Bisa dilihat bahwa ada cukup banyak penyebab darah tinggi pada ibu hamil yang dapat disiasati.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Health
4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

Health
7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

Health
6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Health
Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Health
Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Health
Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Health
13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

Health
Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Health
Kanker Lidah

Kanker Lidah

Penyakit
Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Health
4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

Health
5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Health
Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.