Kompas.com - 14/05/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi susah tidur pada orang dewasa. SHUTTERSTOCKIlustrasi susah tidur pada orang dewasa.

KOMPAS.com- Sejumlah orang kesulitan mencari cara mengatur pola tidur setelah puasa.

Sepanjang puasa Ramadhan, umumnya pola tidur berubah seiring rutinitas ibadah.

Orang perlu bangun dini hari untuk santap sahur, bangun tengah malam untuk beribadah, tidur lebih malam, dan tidur siang lebih lama.

Setelah Idul Fitri, perubahan jadwal tidur tersebut bakal berangsur-angsur kembali ke pola tidur normal.

Baca juga: 3 Prinsip Pola Tidur yang Baik

Sayangnya, masa transisi ini terkadang menimbulkan masalah susah tidur atau ganggaun pola tidur bagi sebagian orang.

Dilansari dari Gulf News, tubuh membutuhkan waktu setidaknya 10 hari agar pola tidur kembali normal setelah Ramadhan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

7 Cara Mengatur Pola Tidur setelah Puasa
Gangguan pola tidur setelah puasa bisa diperbaiki dengan penyesuaian beberapa rutinitas sederhana. Begini cara mengaturnya...
Bagikan artikel ini melalui

Apabila transisi tidak berjalan mulus dan berkepanjangan, gangguan pola tidur ini dapat mengganggu siklus sirkadian yang mengatur jam biologis tubuh.

Seperti diketahui, perubahan siklus sirkadian dapat menganggu kinerja liver serta memicu peradangan biang stroke dan penyakit jantung.

Selain itu, gangguan pola tidur dan susah tidur setelah puasa juga bisa membuat nafsu makan meningkat dan menyebabkan gangguan kecemasan.

Kabar baiknya, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Modifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat dapat memperbaiki gangguan pola tidur setelah Ramadhan.

Baca juga: Pola Tidur Tidak Teratur Sebabkan Penyakit Jantung, Kenapa Begitu?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.