Kompas.com - 01/06/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi pexelsIlustrasi

KOMPAS.com - Seks sebenarnya adalah aktivitas normal bagi orang yang sudah memiliki pasangan dan cukup umur.

Namun, apa jadinya jika aktivitas seks ini dilakukan berlebihan?

Seseorang bisa dikatakan mengalami hiperseksualitas jika melakukan atau memikirkan tentang seks secara berlebihan.

Orang yang mengalami hiperseksual bisa saja terlibat dalam aktivitas seperti pornografi, masturbasi, dan seks dengan banyak pasangan.

Hal ini bisa mengakibatkan orang tersebut merasa tertekan di berbagai bidang kehidupan termasuk pekerjaan dan hubungan.

Baca juga: Apa Penyebab Mimpi Basah?

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Bisa Dialami Siapa Saja, Apa Gejala dan Penyebab Hiperseksualitas?
Seseorang bisa dikatakan mengalami hiperseksualitas jika melakukan atau memikirkan tentang seks secara berlebihan.
Bagikan artikel ini melalui

Gejala

Seseorang bisa dikatakan mengalami hiperseksualitasjika secara konsisten mengalami hal berikut:

  • Anda memiliki fantasi, dorongan, dan perilaku seksual yang berulang dan intens serta di luar kendali Anda.
  • Anda merasa terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu, merasakan pelepasan ketegangan sesudahnya, tetapi juga merasa bersalah atau menyesal.
  • Anda tidak berhasil mengurangi atau mengontrol fantasi, dorongan, atau perilaku seksual Anda.
  • Anda menggunakan perilaku seksual kompulsif sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau stres.
  • Anda terus melakukan perilaku seksual yang memiliki konsekuensi serius.
  • Anda kesulitan membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan stabil.

Penyebab

Menurut Mayo Clini, belum bisa dipastikan apa yang memicu hiperseksual. Namun, beberapa hal memang bisa menjadi penyebabnya.

Berikut hal yang bisa memicu perilaku hiperseksual:

1. Ketidakseimbangan bahan kimia otak alami

Bahan kimia tertentu di otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin membantu mengatur suasana hati.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Vaginismus
Vaginismus
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.