Kompas.com - 10/06/2021, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Disleksia adalah kesulitan belajar yang mengganggu kemampuan membaca dan menulis.

Dilansir dari Medical News Today, disleksia melibatkan cara otak memproses simbol grafis dan suara kata-kata.

Kondisi ini biasanya mempengaruhi pengenalan kata, ejaan, dan kemampuan untuk mencocokkan huruf dengan suara.

Meskipun merupakan kondisi neurologis, disleksia tidak ada hubungannya dengan kecerdasan.

Disleksia adalah kondisi yang umum.

Beberapa ahli percaya bahwa 5-10 persen populasi manusia hidup dengan disleksia.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mental Pascamelahirkan Sering Intai Banyak Wanita

Orang-orang dengan disleksia perlu mendapatkan bimbingan dan dukungan sejak dini untuk mengurangi dampak dari kondisi tersebut.

Oleh karena itu, perlu mempelajari mengenai gejala yang timbul ketika seseorang mengalami disleksia.

Merangkum dari Healthline, gejala dari disleksia biasanya berbeda-beda. Hal ini berhubungan dengan usia dan tingkat keparahan disleksia seseorang.

Berikut ini gejala disleksia berdasarkan rentang usianya.

1. Prasekolah

Tanda-tanda awal disleksia muncul sekitar usia 1 sampai 2 tahun ketika anak-anak pertama kali belajar membuat suara.

Anak-anak yang tidak mengucapkan kata pertama mereka sampai usia 15 bulan atau frase pertama mereka sampai usia 2 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena disleksia.

Namun, tidak semua orang dengan keterlambatan bicara mengalami disleksia dan tidak semua orang dengan disleksia mengalami keterlambatan bicara saat masih anak-anak.

Keterlambatan bicara hanyalah isyarat bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan bahasa.

Baca juga: 7 Kegiatan Positif untuk Usir Depresi dan Kesepian

Anak-anak dari keluarga dengan riwayat kesulitan membaca juga harus dipantau secara ketat untuk disleksia.

Tanda-tanda peringatan disleksia lain yang muncul sebelum usia 5 tahun meliputi:

  • mengalami masalah belajar dan mengingat nama-nama huruf dalam alfabet
  • mengalami kesulitan mempelajari kata-kata
  • tidak dapat mengenali huruf-huruf dari nama mereka sendiri
  • salah mengucapkan kata-kata yang familiar atau menggunakan baby talk
  • tidak dapat mengenali pola berima

2. TK dan kelas satu

Sekitar usia 5 atau 6 tahun, ketika anak mulai belajar membaca, gejala disleksia menjadi lebih jelas.

Anak yang berisiko mengalami gangguan membaca dapat diidentifikasi di taman kanak-kanak.

Tidak ada tes standar untuk disleksia, jadi dokter anak akan mengevaluasi gejalanya.

Tanda-tanda bahwa anak TK atau siswa kelas satu adalah sebagai berikut.

  • tidak mengerti bahwa kata-kata pecah menjadi suara
  • membuat kesalahan membaca yang tidak terhubung dengan suara huruf di halaman
  • memiliki riwayat orang tua atau saudara kandung dengan masalah membaca
  • mengeluh tentang betapa sulitnya membaca
  • tidak ingin pergi ke sekolah
  • menunjukkan masalah dengan berbicara dan pengucapan
  • mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dasar seperti "kucing" atau "peta"
  • tidak mengasosiasikan huruf dengan suara (misalnya, "p" terdengar seperti "paa")

3. Kelas dua sampai kelas delapan

Banyak guru tidak terlatih untuk mengenali disleksia.

Anak-anak yang cerdas dan berpartisipasi penuh di kelas sering kali lolos karena mereka pandai menyembunyikan kesulitan membaca mereka.

Baca juga: Awas, Dehidrasi Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan

Pada saat anak mencapai sekolah menengah, mereka mungkin tertinggal dalam membaca, menulis, dan mengeja.

Tanda-tanda disleksia di sekolah dasar dan sekolah menengah meliputi:

  • menjadi sangat lambat dalam belajar membaca
  • membaca perlahan dan canggung
  • mengalami kesulitan dengan kata-kata baru dan membunyikannya
  • tidak suka atau menghindari membaca dengan keras
  • menggunakan kosakata yang tidak jelas dan tidak tepat
  • ragu-ragu saat menemukan kata-kata dan menjawab pertanyaan
  • menggunakan banyak "umm" dalam percakapan
  • salah mengucapkan kata-kata yang panjang, tidak diketahui, atau rumit
  • kata-kata membingungkan yang terdengar sama
  • mengalami kesulitan mengingat detail, seperti nama dan tanggal
  • memiliki tulisan tangan yang berantakan

4. Masa SMA dan kuliah

Sekolah menengah dan perguruan tinggi melibatkan serangkaian tantangan baru bagi siswa dengan disleksia.

Mereka menghadapi tantangan akademis yang jauh lebih berat ketika pemahaman membaca cepat sangat penting.

Siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi diberi lebih banyak bahan bacaan.

Mereka juga harus belajar bekerja dengan beberapa guru yang berbeda, semua dengan harapan yang berbeda.

Tanpa pengobatan, disleksia masa kanak-kanak beberapa orang berlanjut hingga dewasa muda.

Orang lain akan meningkat secara alami seiring berkembangnya fungsi belajar mereka yang lebih tinggi.

Selain tanda-tanda yang sudah terlihat di masa kanak-kanak, tanda-tanda disleksia di masa dewasa muda dapat meliputi:

  • membutuhkan upaya mental yang besar untuk membaca
  • membaca perlahan
  • jarang membaca untuk kesenangan
  • menghindari membaca dengan keras dalam situasi apa pun
  • berhenti dan sering ragu-ragu saat berbicara
  • menggunakan banyak "umm"
  • menggunakan bahasa yang tidak jelas dan tidak tepat
  • sering salah mengucapkan nama dan tempat
  • mengalami kesulitan mengingat nama
  • nama yang terdengar seperti membingungkan
  • kehilangan tanggapan cepat dalam percakapan
  • memiliki kosa kata lisan yang terbatas
  • mengalami kesulitan dengan tes pilihan ganda
  • menganggap diri mereka bodoh meskipun nilainya bagus

5. Disleksia pada orang dewasa

Tidak diketahui secara pasti berapa banyak orang dewasa yang menderita disleksia.

Kurangnya definisi yang seragam tentang disleksia menyulitkan para peneliti untuk mempelajarinya.

Baca juga: 5 Manfaat Bermain Puzzle untuk Kesehatan Mental

Menurut artikel berjudul “Perspectives on dyslexia”, 5 sampai 10 persen populasi mungkin menderita disleksia.

Kondisi ini biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, tetapi terkadang banyak orang yang luput karena kurangnya pengetahuan orang tua mengenai hal ini.

Beberapa kasus disleksia baru diketahui saat ia sudah dewasa.

Berikut ini beberapa gejala disleksia pada orang dewasa.

  • jarang atau tidak pernah membaca untuk kesenangan
  • benci membaca dengan suara keras di depan umum
  • kesulitan memahami lelucon, permainan kata, atau pergantian frasa
  • berjuang dengan tugas-tugas yang membutuhkan menghafal dan pengulangan
  • memiliki masalah manajemen waktu
  • mengalami kesulitan meringkas hal-hal yang dibaca orang lain
  • kesulitan mengerjakan matematika
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.